BRI Dapat Tambahan Kuota 2.000 Unit KPR Sejahtera FLPP

Katadata
Penulis: Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
15/7/2020, 13.19 WIB

Jakarta – Bank BRI mendapat tambahan kuota KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPRS FLPP) sebanyak 2.000 unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2020. Sebelumnya kuota 3.000 unit FLPP yang diberikan pemerintah melalui BRI telah terserap 100 persen pada Juli 2020.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengungkapkan pemberian tambahan kuota tersebut menunjukkan komitmen Bank BRI dalam menggarap KPRS FLPP. Hal itu seiring dengan tingginya permintaan dan kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia. Kendati perekonomian sedang dalam kondisi krisis akibat Covid-19, kata dia, BRI terus mendukung upaya pemerintah menyediakan rumah dengan harga yang relatif rendah kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya ekspansi secara selective growth dalam penyaluran KPRS FLPP sehingga bisa terserap maksimal,” kata Handayani dalam sesi Virtual Sharing Session bersama Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Sabaruddin.

Bank Rakyat Indonesia (Katadata)

KPR Sejahtera FLPP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan rumah bersubsidi. Harga rumah ini tergolong murah dan terjangkau, dengan kualitas cukup baik dan terjaga. Masyarakat yang memperoleh fasilitas ini akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam mengangsur pinjamannya, antara lain suku bunga kredit murah sebesar 5 persen efektif sepanjang tenor, uang muka terjangkau dan tenor pinjaman panjang hingga 20 tahun.

Bagi masyarakat yang akan mengajukan KPR Sejahtera FLPP, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Syarat tersebut antara lain masyarakat berpenghasilan di bawah Rp8 juta, belum pernah menerima subsidi perumahan, merupakan rumah pertama, dan masyarakat penerima wajib untuk menghuni rumah tersebut.

Hingga Mei 2020, kredit KPR Bank BRI telah mencapai Rp33,34 triliun atau bertumbuh sebesar 15 persen (year on year). Manajemen BRI optimistis kuota tambahan yang diberikan akan terserap optimal seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat. “Tentunya, dengan komitmen Kami untuk memberikan layanan yang lebih baik,” kata Handayani seraya menegaskan bahwa BRI tetap menerapkan prinsip kehati–hatian dalam setiap proses operasionalnya.