PM Malaysia Usul Bentuk Asian Monetary Fund, Ini Respons BI

AP Photo/Vincent Thian
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Lavinda
6/4/2023, 21.15 WIB

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan pembentukan Asian Monetary Fund dalam pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping pekan lalu. Menanggapi hal itu, Bank Indonesia (BI) mengaku belum ada pembicaraan dengan otoritas moneter negara lain di Asia Tenggara terkait wacana pembentukan lembaga serupa International Monetary Fund (IMF) untuk Asia itu.

"Sampai saat ini, BI belum membicarakan secara spesifik pembentukan Asian Monetary Fund dengan otoritas di kawasan (ASEAN)," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo saat dikonfirmasi katadata.co.id, Kamis (6/4).

Usulan Anwar itu terkait keinginan Malaysia mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dody menilai wacana itu sebetulnya masih sejalan dengan beberapa agenda yang diusung keketuan Indonesia di G20 tahun lalu dan ASEAN 2023, yakni diversifikasi mata uang untuk perdagangan dan investasi. 

Di tengah ramai wacana Asian Monetary Fund itu, Dody menyebut pihaknya masih fokus mendorong pembentukan framework kerja sama local currency transaction (LCT) di kawasan, sebagai bagian dari agenda keketuan ASEAN tahun ini. Melalui LCT ini, perdagangan dan investasi antarnegara bisa melalui mata uang lokal tanpa perlu lagi konversi ke mata uang kuat seperti dolar AS.

"Diharapkan, pada akhir Keketuaan Indonesia di ASEAN nanti, hal ini dapat terwujud disertai dengan berdirinya Task Force terkait yang akan mempercepat implementasinya," kata Dody.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku belum ada pembicaraan di level bilateral dengan otoritas fiskal di negara kawasan terkait rencana Anwar itu. Rencana itu juga tak disinggung dalam pertemuan tingkat menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN di Bali belum lama ini.

Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Nella Sri Hendriyetty menyebut, beberapa kerja sama di kawasan sebetulnya memungkinkan terbentuknya lembaga yang menyerupai IMF. Negara anggota ASEAN bersama tiga negara Asia Timur yakni Cina, Jepang dan Korea Selatan memiliki kerjasama Chiang Mai Initiative Multilateralism (CMIM) yang dibuat negara negara ASEAN+3 setelah krisis keuangan Asia 1998.

Ia menyebut kerja sama itu memungkinkan negara anggota untuk mengumpulkan dana jika salah satu negara menghadapi krisis. "Salah satu ide biar CMIM itu efektif, bagaimana kalau dananya itu bukan dalam bentuk komitmen, tapi 'paid in'. Kalau hal tersebut terjadi, maka akan ada konsep IMF untuk ASEAN+3, hanya saja, uangnya tidak disetorkan seperti penempatan SDR dari negara negara di IMF," kata Nella saat dikonfirmasi kemarin.

Mengutip Bloomberg, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya mengatakan Cina terbuka untuk pembicaraan dengan Malaysia tentang pembentukan Dana Moneter Asia. Usulan itu disampaikannya di forum Boao di Hainan Cina pekan lalu. Ia menekankan perlunya mengurangi ketergantungan pada dolar dan IMF.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Abdul Azis Said