Belanja di Singapura Bisa Gunakan QRIS Mulai Akhir Tahun Ini

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.
Ilustrasi. Turis Indonesia yang berbelanja di Singapura tak perlu lagi menukar uang untuk berbelanja karena dapat bertransaksi menggunakan QRIS.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
16/6/2023, 17.19 WIB

Bank Indonesia menargetkan kerja sama pembayaran berbasis kode QR lintas negara dengan Singapura dapat meluncur pada akhir tahun ini. Dengan demikian, turis Indonesia yang berbelanja di Singapura tak perlu lagi menukar uang untuk berbelanja karena dapat bertransaksi menggunakan QRIS.

"Mudah-mudahan akhir tahun bisa mulai cross-border dengan Singapura," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam acara JaKreatiFest di Jakarta, Jumat (16/6).

Dalam paparannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan lalu, Fili menyebutkan bahwa BI dan bank sentral Singapura kini dalam tahap pengembangan dari sisi teknis. Tiga dari empat penyedia switching kedua negara sudah menyelesaikan tes user acceptance. 

Adapun kerja sama serupa sudah lebih dulu dilakukan dengan Thailand dan Malaysia. Masyarakat Indonesia sudah bisa bertransaksi dengan QRIS di Thailand sejak tahun lalu, sementara di Malaysia sudah berlaku sejak bulan lalu.

Fili mengatakan, kerja sama ini menguntungkan masyarakat. Ini karena turis Indonesia yang berkunjung ke Thailand maupun Malaysia tidak harus lagi menukar rupiah ke baht Thailand ataupun ringgit Malaysia. Masyarakat cukup membawa smartphone dan mengisi saldo maka sudah bisa bertransaksi.

Transaksi pembayaran lintas negara dengan Thailand resmi dimulai 29 Agustus 2022 setelah uji coba selama setahun. Terdapat tujuh bank dan satu fintech yang dapat melakukan transaksi pembayaran menggunakan QRIS di Thailand. Mereka terdiri dari BCA, BSI, Bank Mega, CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Permatabank, Bank BPD Bali, dan Dana. Adapun penyelenggara jasa pembayaran di Thailand yang dapat menerima transaksi QRIS, yakni Bangkok Bank dan Bank of Ayudhya.

BI berencana memperluas kerja sama ini dengan negara mitra lainnya di Asia. "Berikutnya India, Jepang dan Korea Selatan serta Arab Saudi," kata Fili  

Bank Indonesia dan bank sentral Jepang saat ini diketahui sedang pada tahap pertukaran non-disclosure agreement dan tahap penunjukan penyedia switching dari Jepang.

Reporter: Abdul Azis Said