Amran Lanjutkan Kontrak Alsintan yang Sempat Terkait Dugaan Korupsi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) berencana melanjutkan kontrak pengadaan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang sempat dibatalkan Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi saat menjabat pada 6 Oktober 2023.
Penulis: Agustiyanti
27/10/2023, 16.05 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berencana melanjutkan kontrak pengadaan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang sempat dibatalkan Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi saat menjabat pada 6 Oktober 2023. Kontrak pengadaan alat dan mesin mesin pertanian saat itu berada di bawah Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian atau Kementan, Muhammad Hatta yang terjerat dugaan korupsi. 

Amran mengatakan, pengadaan dibutuhkan untuk peremajaan mesin pertanian  di lapangan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut waktu tender kontrak tersebut.

"Saya minta dibuka secepatnya. Kontraknya akan dilanjutkan selama tidak ada masalah," kata Amran di Kantornya, Jumat (27/10).

Amran menghitung, total kebutuhan Alsintan di dalam negeri mencapai 50.000 unit. Namun, ia tidak mengumumkan jumlah Alsintan yang dibutuhkan dan akan ditender. 

Menurut dia, mayoritas Alsintan yang dipakai petani saat ini telah habis masa ekonomisnya. Dengan demikian, Alsintan yang digunakan petani saat ini harus diganti atau ditambah demi meningkatkan nilai tambah hasil produksi.

Amran menilai, penggunaan Alsintan penting lantaran pertanian modern atau proses pertanian yang menggunakan mesin tidak bisa dihindari. "Enggak bisa lagi mengandalkan pertanian dengan cara tradisional seperti pakai sapi, itu cara tertinggal," ujarnya.

Arief sebelumnya membatalkan kontrak pengadaan Alsintan tersebut karena mempertimbangkan kasus dugaan korupsi pada pengadaan yang menjerat Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian atau Kementan, Muhammad Hatta.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebelumnya memeriksa Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian atau Kementan, Muhammad Hatta pada 9 Oktober 2023. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Hatta diperiksa untuk mendalami kasus dugaan korupsi di Kementan yang tengah diusut KPK.

“Hari ini (9/10) bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi, Muhammad Hatta (Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan RI),” kata Ali dalam keterangan tertulis, Senin (9/10).

Ali mengatakan, Hatta telah hadir di Gedung Merah Putih KPK. Dalam dugaan perkara korupsi ini, KPK disebut-sebut telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Syahrul Yasin Limpo, Muhammad Hatta, dan Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono. Kendati demikian, hingga kini lembaga antirasuah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Pada tahap penyidikan perkara tersebut, KPK telah menggeledah sejumlah tempat di antaranya rumah dinas dan rumah pribadi Syahrul Yasin Limpo yang terletak di Jakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan. Selain itu, kediaman Hatta pun telah digeledah KPK.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief