Penandatanganan Tarif Impor dengan AS Tertunda karena Dewan Perdamaian Gaza
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penandatanganan kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait kesepakatan tarif impor resiprokal tertunda, salah satunya karena pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
Ia mengatakan proses negosiasi dengan AS terkait kesepakatan tarif impor resiprokal telah rampung. Namun penandatanganannya perlu mencocokkan jadwal antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump.
“Sudah selesai sebetulnya. Hanya perlu fine tuning di legal drafting,” kata Airlangga di sela kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Senin (2/2).
Meski sudah rampung, Airlangga belum mengungkapkan persentase tarif impor AS yang didapat oleh Indonesia. “Kami masih ada Non-Disclosure Agreement. Baru di-disclose sesudah ditandatangani,” Airlangga menambahkan.
Penandatanganan kesepakatan tentang tarif impor itu sempat mundur dari rencana awal. Sebelumnya dijadwalkan bisa ditandatangani pada akhir Januari, lalu mundur menjadi Februari.
Airlangga mengatakan, mundurnya jadwal penandatanganan dikarenakan adanya sejumlah dinamika, termasuk pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. “Ini menggeser berbagai kegiatan,” ujar dia.
Namun, ia memastikan keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza tidak berkaitan dengan dengan perjanjian tarif dagang.