Harga Emas Dunia Loyo Imbas Data Ketenagakerjaan AS yang Kuat
Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan Kamis (12/2) imbas data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat. Data terbaru AS ini meredam ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Dilansir dari Reuters, harga emas spot melemah 0,3% menjadi US$ 5.064,90 per ons pada pukul 08.20 GMT atau 15.20 WIB. Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS pengiriman April turun 0,2% ke level US$5.086,30 per ons.
Harga perak spot juga terkoreksi 0,5% menjadi US$83,59 per ons, setelah sebelumnya melonjak sekitar 4% pada sesi Rabu.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, penguatan data tenaga kerja AS membuat pasar menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga mendorong penguatan dolar dan menekan harga emas.
“Harga emas turun dari level di atas US$5.100 dan perak dari atas US$86 setelah data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed,” ujarnya.
Indeks dolar AS tercatat menguat tipis, membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS memulai 2026 dengan kinerja solid. Penambahan lapangan kerja pada Januari mencapai 130.000, jauh di atas ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 70.000.
Angka tersebut juga lebih tinggi dibanding revisi kenaikan Desember sebesar 48.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran pun turun menjadi 4,3%.
Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Padahal, suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil tersebut.
Pelaku pasar kini menanti laporan klaim pengangguran mingguan AS serta rilis data inflasi (CPI) pada Jumat sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter The Fed.
Analis MarketPulse by OANDA Zain Vawda menilai, data inflasi akan menjadi penentu pergerakan emas selanjutnya.
“Jika inflasi lebih rendah, kenaikan emas bisa tertahan dan harga berpotensi kembali turun di bawah US$5.000 per ons,” katanya.
Sementara itu, platinum spot turun 0,7% menjadi US$2.117,09 per ons, sedangkan paladium naik 0,7% ke level US$1.704,50 per ons.