Sebuah institusi keuangan terkemuka di Indonesia dilaporkan berhasil menjalankan transformasi digital skala besar dengan beralih dari infrastruktur core banking legacy ke arsitektur berbasis cloud yang skalabel.

Langkah strategist tersebut dilakukan melalui adopsi hybrid cloud serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data canggih untuk memperoleh wawasan pelanggan yang lebih mendalam serta menghadirkan layanan terpersonalisasi.

Keberhasilan implementasi tersebut menjadi salah satu sorotan utama di dalam acara BFSI IT Summit Indonesia 2026 edisi  ke-34, diinisiasi Exito Media Concepts. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026 di JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta ini akan menjadi titik temu bagi lebih dari 150 pemimpin teknologi, termasuk CIO dan CTO dari sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI).

Menjawab Tantangan Sistem Legacy

Sektor BFSI di Indonesia saat ini tengah berada pada titik krusial. Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan ambisi inklusi keuangan nasional mendorong institusi tradisional untuk merombak model operasional mereka. Munculnya pemain fintech dan bank digital menuntut perbankan konvensional untuk segera melakukan modernisasi infrastruktur guna memenuhi ekspektasi pelanggan akan layanan mobile-first.

"Institusi keuangan di Indonesia tidak hanya beradaptasi dengan transformasi digital, mereka sedang mendefinisikannya," tulis manajemen Exito Media Concepts dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).

Namun, perjalanan ini bukan tanpa hambatan. Para pelaku industri masih harus menavigasi lanskap regulasi yang kompleks dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, terutama terkait integrasi sistem lama (legacy) dengan platform digital generasi berikutnya.

Prioritas Teknologi 2026

Summit ini akan membedah sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas industri keuangan sepanjang tahun ini, di antaranya:

  1. Modernisasi Core Banking: Transisi sistem ke platform berbasis cloud yang lebih lincah.

  2. AI/ML untuk Manajemen Risiko: Pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengambilan keputusan dan deteksi risiko.

  3. Keamanan Siber: Penguatan kerangka perlindungan data sensitif sesuai standar regulasi.

  4. Open Banking & Ekonomi API: Transformasi dari sekadar kepatuhan menjadi penciptaan nilai ekonomi baru melalui ekosistem terbuka.

Selain fokus kepada teknologi, transformasi ini juga mencakup aspek sumber daya manusia melalui program peningkatan keterampilan (upskilling) untuk menanamkan budaya digital di dalam organisasi.

Adapun, BFSI IT Summit di Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan global yang diadakan di berbagai pusat keuangan dunia. Partisipasi aktif para pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat ketahanan operasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.