Rupiah Diproyeksi Melemah, Pengunduran Diri Perry Warjiyo Bayangi Sentimen Pasar

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
28/7/2026, 09.24 WIB

Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Selasa (28/7). Merujuk data Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 18.070 per dolar AS melemah 0,39% atau 67 poin.

Pantauan Katadata hingga pukul 09.10 rupiah kian melemah berada di level Rp 18.088 per dolar AS terdepresiasi 0,44% atau 79 poin. Adapun pada perdagangan sehari sebelumnya rupiah ditutup melemah 46 poin atau 0,26% ke level Rp 18.009 per dollar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih mencermati dampak pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang dinilai memicu kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral. 

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan sentimen negatif investor pascapengunduran diri Perry Warjiyo masih membebani pergerakan rupiah.

"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor merespons pengunduran diri Gubernur BI kemarin yang masih membebani," ujar Lukman.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Sentimen tersebut muncul setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dengan alasan pribadi. Pemerintah kemudian menunjuk Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas (Plt.)  

Sejumlah analis menilai pergantian kepemimpinan BI terjadi di tengah kondisi yang sensitif. Rupiah masih berada di dekat level terlemahnya, sementara pasar menunggu kepastian mengenai calon gubernur definitif dan arah kebijakan moneter ke depan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah