Rupiah Melemah jadi Rp 17.790 per Dolar AS, Imbal Hasil Obligasi AS Membayangi
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (21/9). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.790 per dolar AS menguat 0,19% atau 33 poin.
Pantauan Katadata hingga pukul 09.22 rupiah menguat tipis berada di level Rp 17.788 per dolar AS naik 0,17% atau 30 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.758 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,03% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.753 per dolar AS. Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Tekanan datang dari kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah prospek kenaikan suku bunga The Fed. Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan tekanan terhadap rupiah menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan digelar Rabu.
“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed,” kata Lukman.
Selain itu ia juga menyebut pergerakan rupiah juga akan mencermati arah kebijakan moneter The Fed serta respons BI dalam RDG mendatang. Ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi dan aliran modal di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Ini memberikan tekanan pada BI menjelang RDG BI Rabu ini,” katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.700-Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.