Pemerintah akan Suntik Startup Lokal Rp 4,3 T via Merah Putih Fund

Katadata/desy setyowati
Ilustrasi, tampilan aplikasi startup unicorn Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO
9/2/2022, 12.34 WIB

Pemerintah akan meluncurkan lembaga pendanaan gabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama Merah Putih Fund pada kuartal II 2022. Lembaga menyiapkan dana sebesar US$300 juta atau sekitar Rp 4,29 triliun untuk menambah modal perusahaan rintisan (start up) di Tanah Air. 

Merah Putih Fund akan dikelola oleh BUMN dan lini usaha yang bergerak di bidang modal ventura, mulai dari Mandiri Capital, MDI Ventures, BRI Ventures, Telkom Mitra Inovasi (TMI), dan modal ventura milik BNI.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Merah Putih Fund akan bertugas menyuntikkan dana kepada startup nasional agar segera menjadi unicorn. Kartika menyebut perusahaan tersebut dengan istilah startup soonicorn.

"Kami akan mendukung para unicorn ini untuk bisa jadi listed di Bursa Efek Indonesia dan bisa menarik investor dari komunitas global," kata Kartika dalam acara Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2).

Ia menyebut, Merah Putih Fund akan membuat para perusahaan start up mengurangi pendanaan dari modal asing dan tetap berada di Indonesia.

Merah Putih Fund diharapkan mampu menambah jumlah startup unicorn, bahkan decacorn di Indonesia. Kartika mengatakan, dengan kolaborasi ini, pemerintah akan memperkuat dan memastikan perusahaan start up memiliki dana domestik dan membangun lebih banyak startup unicorn dan decacorn.

Pandemi Covid-19 tak mengurangi investasi di startup di Indonesia. Hingga November 2021, Daily Social Annual Report melaporkan terdapat 191 pendanaan senilai US$ 4,1 miliar atau sekitar Rp 58,2 triliun.

Investasi terbesar diraih GoTo, yakni perusahaan hasil merger dua unicorn, Gojek dan Tokopedia. GoTo mendapatkan pendanaan sebesar US$ 1,3 miliar. Angka ini setara dengan 31,7% dari total pendanaan startup Indonesia.

Pendanaan tersebut digunakan GoTo untuk mengembangkan ekosistem, memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar digital Asia Tenggara, dan meningkatkan kinerja layanan.

“Ini termasuk fokus berkelanjutan dalam menumbuhkan jumlah pelanggan, perluasan jasa pembayaran dan penawaran layanan keuangan,” kata CEO Grup GoTo Andre Soelistyo seperti dikutip Katadata.co.id Kamis, 11 November 2021.

Nominal yang diperoleh GoTo juga cukup timpang dengan startup lainnya. Ajaib, startup dengan pendanaan tertinggi kedua, mendapatkan suntikan sebesar US$ 243 juta. Pendanaan ini sebesar 5,9% dari total pendanaan Indonesia. Kemudian Kredivo berada di posisi ketiga dengan nilai pendanaan sebesar US$ 225 juta atau 5,5% dari total pendanaan.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi