Anjlok 24,6%, BEI Suspensi Saham Makmur Berkah Amanda

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (1/2/2023). IHSG ditutup pada level 6.862 atau menguat 22,91 poin dari perdagangan sebelumnya, yang ditopang sejumlah kenaikan Indeks sektoral diantaranya sektor barang konsumen nonprimer yang naik 1,27 persen, sektor barang konsumen primer naik 1,17 persen dan sektor infrastruktur naik 0,98 persen.
Penulis: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia
4/4/2023, 11.58 WIB

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberhentikan sementara atau suspensi saham PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan.

Dalam rangka pendinginan atau cooling down, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara saham AMAN pada perdagangan Selasa (4/4) ini.

"Penghentian sementara perdagangan Saham PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A, dikutip Selasa (4/4).

BEI melakukan suspensi saham dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham AMAN.

BEI juga menghimbau kepada para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. 

Berdasarkan data BEI, dalam sepekan terakhir pergerakan saham AMAN turun 24,60%. 

Sebelumnya bursa juga pernah mengumumkan UMA bagi saham AMAN karena terjadi peningkatan harga saham AMAN yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

AMAN merupakan emiten dari sektor properti yang bergerak di bidang pembangunan kawasan industri dan jasa kawasan industri serta investasi pada entitas anak yang bergerak di bidang perhotelan. Melalui IPO, perusahaan melepas 585 juta saham atau 15,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 3-6 Maret 2020, terjadi oversubscribed sebesar 11 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan ke publik.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Zahwa Madjid