Laba Telkom Naik 17,6% Capai Rp 19,5 Triliun hingga September
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hingga September 2023 mencetak pendapatan Rp 111,2 triliun atau tumbuh 2,2% secara tahunan. Telkom juga mencatatkan laba bersih Rp 19,5 triliun atau naik 17,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Layanan fixed mobile convergence (FMC) mulai berikan sinyal positif dan menyumbang kenaikan tersebut melalui perkawinan IndiHome dan Telkomsel.
Pendapatan tersebut ditopang oleh data, internet dan jasa teknologi informatika yang naik 4,8% atau menyumbang Rp 65,87 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Anak usaha Telkom, IndiHome juga menyumbang kenaikan pendapatan 4,28% menjadi Rp 21,78 triliun. Berikutnya pendapatan dari layanan lainnya menyumbang Rp 2,16 triliun.
Sejalan dengan hal itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA perseroan tercatat sebanyak Rp 59,1 triliun, dengan EBITDA marjin 53,1%. Nilai tersebut meningkat dari 52,2% pada semester satu lalu.
Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan, langkah transformasi Telkom mulai menunjukkan kemajuan yang positif. Hal tersebut baik dari sisi sinergi maupun efisiensi biaya pada inisiatif FMC.
“Strategi utama lain five bold moves juga berjalan on the track, seperti Data Center, B2B Digital IT Service, dan InfraCo,” kata Ririek dalam rilis resmi, Rabu (1/11).
Sementara pada segmen mobile dan consumer yang terdiri dari home dan mobile broadband, Telkomsel yang juga bagian dari Telkom mencatat kinerja cemerlang. Telkomsel meraup pendapatan Rp 73,2 triliun atau tumbuh 10,6% secara tahunan dan 29,6% secara kuartalan dengan profitabilitas yang didukung oleh pertumbuhan bisnis digital sebanyak 7,0%. Nilai kontribusi tersebut meningkat dari 86,1% menjadi 81% dari total pendapatan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi operasional, Telkomsel terus mempertahankan posisi sebagai market leaders dengan total 158,3 juta pelanggan mobile dan 9,8 juta pelanggan fixed broadband.
| Kinerja | Sep-23 | Sep-22 |
| Pendapatan | Rp 111,23 triliun | Rp 108,87 triliun |
| Laba Bersih | Rp 19,49 triliun | Rp 16,58 triliun |
| Aset | Rp 276,21 triliun | Rp 275,19 triliun |
| Utang | Rp 126,71 triliun | Rp 125,93 triliun |
Pada segmen enterprise, TLKM membukukan pendapatan Rp 14,6 triliun yang tumbuh 6,6% secara tahunan yang ditopang dari solusi B2B digital IT services dan enterprise connectivity. Selanjutnya, segmen wholesale dan internasional mencatat pendapatan Rp 12,3 triliun atau tumbuh 9,1% ditopang oleh pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.
Hingga September 2023, Telkom telah menggunakan belanja modal (capex) perseroan mencapai Rp 22,1 triliun atau 19,9% dari total pendapatan. Capex tersebut difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.
Pada bisnis fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut dan proyek lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center. Sementara itu, belanja modal juga digunakan untuk peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G, pengembangan teknologi 5G, serta penguatan sistem IT.