Anak Usaha BREN Tuntaskan Akuisisi PLTB Sidrap di Kuartal I 2024

KESDM
PT Barito Wind Energy akuisisi 100% saham pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap.
11/12/2023, 10.14 WIB

Anak perusahaan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yakni PT Barito Wind Energy telah mencapai kesepakatan secara prinsip  atau in-principle dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte. Ltd dan ACEN Renewables International Pte. Ltd, pada Jumat (8/12). Kesepakatan ini membuka jalan bagi Barito Wind Energy untuk mengakuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap). 

Semua pihak mengharapkan akuisisi ini dapat dituntaskan pada kuartal pertama 2024, dengan persyaratan dan persetujuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia. Langkah tersebut menegaskan komitmen Barito Renewables demi mendorong solusi energi berkelanjutan dan berkontribusi pada lanskap energi terbarukan Indonesia. 

Sidrap merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar dengan kapasitas 75 MW yang terletak di Sulawesi Selatan. Selain itu, akuisisi juga akan mencakup PT Operation and Maintenance Indonesia (OMI), yang memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan operasional Sidrap. 

CEO Barito Renewables Hendra Tan mengatakan akuisisi PLTB Sidrap menandai awal dari jejak langkah perseroan di bidang energi terbarukan selain panas bumi yang telah menjadi bagian integral dari portofolio selama puluhan tahun.

“Barito Renewables bertekad mendukung perjalanan Indonesia menuju pencapaian net-zero dan menyediakan energi bersih baik di dalam Indonesia maupun di luar,” kata Hendra dalam rilis resmi, dikutip Senin (11/12). 

Barito Renewables juga merupakan pemilik dari Star Energy Geothermal yang mengoperasikan unit-unit Wayang Windu, Salak dan Darajat yang terletak di Jawa Barat dengan total kapasitas terpasang 886 MW.

Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin menyebut total kapasitas terpasang BREN dapat tumbuh sebanyak 8,5% mencapai 961 MW dengan mengakuisisi PLTB Sidrap. Berdasarkan analisis Stockbit, prediksi ini muncul setelah Kontan melaporkan bahwa BREN tengah dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi pembangkit listrik tenaga angin di Sulawesi dengan nilai transaksi lebih dari US$100 juta.

“Kami memperkirakan bahwa total nilai transaksi minimum dari akuisisi ini adalah US$150 juta, sesuai dengan biaya pembangunan PLTB Sidrap. Per September, BREN memiliki kas sebesar US$320,2 juta yang dapat digunakan untuk mendanai akusisi ini,” ujar Theodorus dalam risetnya. 

Reporter: Nur Hana Putri Nabila