Erick Thohir Akan Panggil 6 Direksi BUMN, Ada Asabri hingga Danareksa

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt.
Menteri BUMN Erick Thohir akan memanggil sejumlah direksi BUMN yang memiliki isu terkait kurangnya keterbukaan informasi kepada publik.
8/3/2024, 14.13 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir dikabarkan akan memanggil sejumlah direksi perusahaan pelat merah dalam waktu dekat. 

"Pak Erick memanggil direksi perusahaan BUMN yang memiliki isu keterbukaan informasi publik," kata Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada Katadata.co.id, Jumat (8/1).

Arya juga menyebut, pemanggilan delapan direksi bukan terkait kinerja keuangan. Dirinya menjelaskan memang Erick menginginkan jika perusahaan pelat merah bisa lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik agar lebih transparan. 

Erick memang meminta semua perusahaan BUMN untuk lebih efektif dan transparan dalam berkomunikasi, demi meningkatkan reputasi BUMN. Dia menekankan agar setiap perusahaan BUMN, termasuk anak perusahaan, subholding, dan Perusahaan Negara dengan Kepemilikan Minoritas (PNKM), untuk terbuka terhadap perkembangan komunikasi di era digital, termasuk segala respons yang bergulir di media sosial.

Selain isu keterbukaan informasi publik, aksi bersih-bersih turut dilakukan oleh Erick dengan tujuan untuk memperluas langkah transformasi bisnis BUMN sekaligus memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di kementerian yang dia pimpin. Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya pembentukan fondasi yang kuat, mendasar, dan meminimalisir praktik korupsi di tubuh perusahaan.

“Perbaikan kinerja terletak pada kunci utama, yakni aspek kepemimpinan di tubuh BUMN dan juga penerapan sistem yang berjalan secara konsisten,” kata Erick.

Erick sebelumnya menyinggung terdapat enam BUMN yang kurang informatif dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik. Enam perusahaan itu adalah PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum, PT Reasuransi Indonesia atau IndonesiaRe, PT Asabri, Perum Bulog, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI hingga PT Danareksa (Persero). 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail