Bocoran Dividen Jumbo Unilever (UNVR), Pertahankan Rasio 100%

Arief Kamaludin|KATADATA
Logo Unilever (ilustrasi). Pada tahun buku 2025, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan penjualan bersih Rp 31,94 triliun, tumbuh 4,31% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
12/2/2026, 18.29 WIB

Perusahaan consumer goods raksasa PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyatakan tetap berkomitmen membagikan dividen dengan rasio sebesar 100% terhadap laba bersih perseroan. Hal ini menjadi kabar baik bagi para investor yang mempertahankan investasi di emiten tersebut. 

“Kami tetap berkomitmen terhadap kebijakan dividen, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 100%,” kata Direktur Utama UNVR, Benji Go Yap, dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV 2025 secara virtual, Kamis (12/2). 

Dia menjelaskan, selain pembagian dividen kepada pemegang saham, perseroan juga menerima dividen satu kali (one time dividend) dari hasil bersih pelepasan bisnis es krim dan Sariwangi. Secara keseluruhan, strategi alokasi modal UNVR difokuskan pada keseimbangan antara investasi yang disiplin dan pengembalian kas yang optimal bagi pemegang saham.

UNVR dikenal sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen dengan rasio mendekati 100% dari laba bersih setiap tahun. Pada tahun buku 2024, perseroan menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 3,35 triliun, setara dengan 99,7% dari laba bersih. 

Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp 41 per saham yang dibayarkan pada 19 Desember 2024 dan dividen final Rp 47 per saham yang dibayarkan pada 2 Juli 2025. Dengan begitu, total dividen per saham mencapai Rp 88.

Dari sisi kinerja, pada tahun buku 2025 UNVR membukukan penjualan bersih Rp 31,94 triliun, tumbuh 4,31% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 30,62 triliun. Penjualan perseroan didominasi pasar domestik dengan kontribusi sekitar Rp 31 triliun, sementara penjualan ekspor tercatat Rp 942,13 miliar.

Hingga akhir 2025, kontributor terbesar pendapatan perseroan masih berasal dari segmen Home Care dan Personal Care sebesar Rp 23,35 triliun. Adapun segmen Foods and Refreshment membukukan penjualan Rp 8,58 triliun.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, harga pokok penjualan UNVR naik secara tahunan dari Rp 16,06 triliun menjadi Rp 16,94 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp 14,99 triliun dari sebelumnya Rp 14,55 triliun.

Selain itu, perseroan mencatatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun, setara 3% dari penjualan. Sekitar 60% dari capex tersebut dialokasikan untuk program efisiensi dan peningkatan kapasitas guna memperkuat produktivitas serta kesiapan bisnis ke depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri