Emiten Prajogo Pangestu (PTRO) Ekspansi ke Tambang Emas di Papua Nugini
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) memperluas bisnis jasa pertambangannya dengan masuk sektor tambang emas melalui investasi di Tolu Minerals Limited yang berbasis di Papua Nugini.
Manajemen Petrosea mengatakan, perseroan telah menyelesaikan proses penawaran mengikat (binding offer) terkait investasi dalam instrumen surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham (convertible note) oleh Tolu Minerals.
Melalui transaksi tersebut, Petrosea mengantongi convertible note senilai A$ 23,75 juta. Instrumen ini memberikan hak bagi perseroan untuk konversi menjadi 14.615.385 saham baru dengan harga A$ 1,625 per saham.
“Memberikan hak kepada perusahaan untuk dapat mengonversi surat utang tersebut menjadi 14.615.385 saham baru dengan harga A$ 1,625 per saham,” seperti yang ditulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/4).
Selain potensi kepemilikan saham, investasi ini juga membuka peluang kerja sama operasional. Petrosea akan menjajaki berbagai skema komersial, termasuk penyediaan jasa pertambangan dan layanan pendukung lainnya untuk proyek Tolu.
Presiden Direktur PTRO Michael mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi ke kawasan Papua Nugini sekaligus upaya diversifikasi portofolio ke komoditas emas.
“Kami melihat peluang sinergi yang kuat seiring dengan rencana pengembangan proyek Tolu menuju fase produksi,” ujarnya.
Tolu Minerals merupakan perusahaan eksplorasi dan pengembangan emas serta tembaga yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX). Saat ini, perusahaan tersebut mengoperasikan Tambang Emas Tolukuma dengan target mencapai produksi dalam waktu dekat.
Selain itu, Tolu juga memiliki sejumlah proyek eksplorasi di kawasan Pacific Ring of Fire, wilayah yang dikenal memiliki potensi mineralisasi tinggi, khususnya emas dan tembaga.
Sedangkan Petrosea merupakan perusahaan jasa pertambangan terintegrasi dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Layanan yang ditawarkan mencakup rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), jasa pertambangan, EPCI lepas pantai hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia kemarin, Kamis (24/4), harga saham PTRO ditutup turun 1,20% ke Rp 6.175. Harga sahamnya telah anjlok 43,48% sejak awal tahun atau year to date.