Pemerintah Tetapkan Proyek WtE Danantara di Bogor, Bekasi, dan Denpasar sebagai

Danantara
Ilustrasi Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
10/6/2026, 12.41 WIB

Pemerintah menetapkan tiga lokasi proyek waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai Proyek Strategis Nasional atau PSN. Ketiga proyek itu berada di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.

Ketiga fasilitas tersebut merupakan bagian dari gelombang pertama proyek WtE yang dikembangkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Penetapan status PSN mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Regulasi itu memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam daftar PSN, serta didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 dan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Chief Executive Officer PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman mengatakan, status PSN menunjukkan bahwa proyek-proyek tersebut tidak lagi hanya menjadi kebutuhan daerah, melainkan telah menjadi bagian dari agenda strategis nasional.

“Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya,” kata Fadli dalam keterangannya dikutip Rabu (10/6).

Fadli menjelaskan, ketiga proyek tersebut menjadi fondasi awal pembangunan ekosistem PSEL nasional yang dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, proyek ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan, tetapi juga menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Denera merupakan anak usaha PT Danantara Investment Management (DIM) yang fokus mengembangkan infrastruktur PSEL di Indonesia. Perusahaan tersebut dibentuk sebagai platform nasional untuk pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi melalui investasi strategis, pemilihan teknologi, serta kemitraan lintas sektor.

Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir menyebut penetapan PSN terhadap tiga proyek tersebut menjadi momentum penting dalam membangun fondasi industri PSEL nasional.

“Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste to Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Pandu. 

Pandu menilai penetapan PSN menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk mengatasi persoalan sampah nasional, mulai dari perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) hingga optimalisasi pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Adapun status PSN untuk ketiga proyek tersebut diberikan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

Tiga BUPP yang memperoleh status PSN tersebut adalah Bekasi Environment Nusantara untuk proyek PSEL Kota Bekasi, Nusantara Bogor New Energy untuk proyek PSEL Bogor Raya serta Nusantara Bali New Energy untuk proyek PSEL Denpasar Raya.

Ketiga perusahaan tersebut dibentuk setelah proses pemilihan mitra PSEL oleh DIM dan akan bertanggung jawab atas pengembangan serta pelaksanaan proyek di masing-masing wilayah sesuai dengan rencana dan tata kelola yang telah disepakati bersama pemerintah.

Dengan status PSN, ketiga proyek akan memperoleh dukungan berupa penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, fasilitasi penyelesaian hambatan proyek, serta berbagai instrumen pendukung lainnya guna memastikan pembangunan berjalan lebih cepat, efisien, dan sesuai target.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri