SBF dan Kadin Perkuat Kemitraan, Buka Akses Pasar Regional untuk UMKM

Katadata/Fauza Syahputra
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan paparan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Penulis: Ira Guslina Sufa
3/9/2026, 06.32 WIB

Singapore Business Federation (SBF) memperkuat kerja sama bisnis dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membuka lebih banyak peluang perdagangan lintas negara bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kerja sama tersebut dibahas dalam dialog bisnis tingkat tinggi yang dipimpin Chairman SBF Mark Lee bersama Kadin Indonesia pada Rabu (2/9). Pertemuan tersebut turut melibatkan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi.

Penguatan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) berdurasi dua tahun yang ditandatangani dalam Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat pada 6 Juli 2026. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat peluang perdagangan lintas batas bagi pelaku usaha Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, SBF dan Kadin meninjau implementasi kerja sama yang mencakup tiga pilar utama, yakni digitalisasi, keterlibatan kebijakan, serta pengembangan kapasitas.

Pada aspek digitalisasi, kedua pihak mendorong penggunaan Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, platform perdagangan berbasis kecerdasan buatan generatif yang dikembangkan SBF. Platform tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami kebutuhan perdagangan dan mengidentifikasi peluang pasar.

Sementara itu, pilar keterlibatan kebijakan dijalankan melalui forum bisnis dan diskusi meja bundar. Adapun pengembangan kapasitas dilakukan melalui kegiatan business matching dan lokakarya.

Chairman SBF Mark Lee mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan nilai praktis dari hubungan bisnis Indonesia dan Singapura.

“Today’s dialogue with KADIN has reaffirmed the depth and practical value of Singapore and Indonesia’s bilateral business ties,” kata Mark dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Menurut dia, TAIA Indonesia menjadi salah satu bukti konkret hasil kerja sama kedua negara sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi bisnis di tingkat ASEAN.

“SBF is committed to translating high-level cooperation into real opportunities for all businesses, regardless of size – in cross-border trade, investment and capability-building,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerja sama tersebut menjadi semakin penting ketika Singapura bersiap menjadi Ketua ASEAN pada 2027. Menurut Mark, kemitraan semacam ini akan membantu pelaku usaha memanfaatkan peluang pertumbuhan di kawasan.

Dorong UMKM Tembus Pasar Regional

Chairman Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pertemuan dengan SBF menegaskan kembali komitmen kedua pihak untuk mengubah kerja sama bilateral menjadi peluang konkret bagi pelaku usaha, khususnya UMKM Indonesia.

Menurut Anindya, melalui Indonesia Global Trading Initiative yang didukung TAIA Indonesia, pelaku usaha dapat memperoleh bantuan untuk memahami persyaratan perdagangan, mengidentifikasi peluang pasar, hingga membuka akses menuju pasar dan transaksi.

“Through the Indonesia Global Trading Initiative, powered by Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, we are helping businesses better understand trade requirements, identify market opportunities and move from information to actual market access and transactions,” kata Anindya.

Kadin dan SBF juga melihat peluang untuk memperluas kerja sama di bidang keberlanjutan dan dekarbonisasi. Kedua pihak turut mengeksplorasi pendekatan regional untuk mendukung agenda tersebut.

Anindya mengatakan kerja sama Indonesia dan Singapura juga dapat diperluas untuk mendukung konektivitas bisnis regional menjelang ASEAN 2027.

“Sebagai bentuk kolaborasi praktis, kerja sama ini dapat membantu bisnis di kedua negara tumbuh sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ASEAN,” ujarnya.

SBF merupakan kamar dagang utama di Singapura yang memiliki lebih dari 34.000 anggota dari berbagai sektor industri. Organisasi tersebut berfokus pada pengembangan ekonomi Singapura yang kompetitif dan berkelanjutan melalui advokasi kebijakan, kemitraan bisnis, serta program pengembangan kapasitas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.