Deret 20 Akuisisi Jumbo 2026, Intip Manuver Konglomerat Prajogo hingga Hapsoro

Nur Hana Putri Nabila
21 September 2026, 08:11
Apa Itu Investasi Saham
Pexels
Apa Itu Investasi Saham
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sejumlah emiten dan perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar menggencarkan ekspansi melalui akuisisi sepanjang 2026. Sedikitnya terdapat 20 transaksi bernilai besar yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari energi, pertambangan, kesehatan, telekomunikasi, hingga manajemen investasi.

Sejumlah nama besar konglomerat menjadi bagian penting dari aksi akusisi tersebut. Mereka di antaranya Prajogo Pangestu, kongsi Grup Salim–Bakrie, pengusaha Happy Hapsoro, hingga Sinar Mas Group milik Franky Oesman Widjaja.

Terbaru FrieslandCampina dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengumumkan kerja sama yang akan mengubah struktur pengendalian ULTJ dan PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Jika transaksi mendapat persetujuan dan terealisasi, FrieslandCampina akan menjadi pengendali baru ULTJ..

ULTJ akan menerbitkan hingga sekitar 7,9 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham. Sebagian besar dana dan saham hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mengambil alih 100% saham FFI melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng, dengan nilai transaksi sekitar Rp 14,57 triliun.

Dalam pelaksanaan rights issue, pengendali ULTJ akan mengalihkan haknya kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa. Ketiga pemegang saham FFI tersebut akan mengambil bagian dalam rights issue melalui inbreng.

 

Manuver Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu melanjutkan ekspansi melalui sejumlah transaksi yang efektif maupun diumumkan sepanjang 2026 melalui grup usahanya. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengakuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura dengan nilai transaksi sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 17,82 triliun.

Selain itu, TPIA mengakuisisi bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dari Jardine Cycle & Carriage (SGX: C07) dengan nilai sekitar US$ 207 juta atau Rp 3,69 triliun.

Manuver ekspansi Prajogo juga anak usaha TPIA, melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan mengakuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp1,61 triliun.

Duo emiten milik taipan Prajogo Pangestu dan Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro mengumumkan kabar baru. Prajogo melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui entitasnya PT Petrosea Tbk (PTRO) kini menggenggam sebanyak 27,78% saham emiten suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk (SINI).

Manajemen CUAN mengatakan perseroan saat ini tengah bernegosiasi dengan pemegang saham SINI terkait rencana pengambilalihan tersebut.

“Rencana Pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan dan manajemen SINI,” tulis manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (4/9).

Aksi Kongsi Grup Salim–Bakrie

Di samping itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merogoh sekitar Rp 1 triliun untuk mengakuisisi Loyal Metals. Menariknya, BUMI membiayai aksi ekspansi tersebut mayoritas lewat utang dari raksasa komoditas global, Glencore Australia Holdings Pty Limited. 

Direktur Bumi Resources, R.A Sri Dharmayanti mengatakan BUMI memperoleh pinjaman US$ 54 juta atau setara Rp 958,28 miliar dari Glencore berdasarkan Facility Agreement yang diteken pada 24 Agustus 2026. 

Sri Dharmayanti mengatakan akuisisi Loyal Metals dilakukan setelah hasil penilaian internal dan uji tuntas menunjukkan nilai bersih sekarang atau NPV positif serta tingkat pengembalian internal atau IRR di atas ambang minimum investasi perseroan.

Selain itu, BUMI melihat potensi sinergi karena aset Loyals Metal, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals sama-sama berada di Queensland. Alhasil, ia mengatakan BUMI dapat mengoptimalkan operasional, infrastruktur pengolahan, tenaga kerja teknis, kontraktor pertambangan, dan jalur logistik.  Ketiga aset tersebut juga memiliki kesamaan struktur perizinan dan pemenuhan kewajiban lingkungan karena berada dalam satu yurisdiksi.

“Kesesuaian dengan strategi perseroan, akuisisi ini mendukung sasaran untuk mencapai bauran EBITDA dari kegiatan usaha non-batubara termal di atas 50% pada tahun 2031,” ucap Sri. 

Berikut 20 akuisisi jumbo sepanjang 2026:

No.Emiten/PerusahaanTarget AkuisisiNilai Transaksi
1PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Jaringan SPBU Esso (ExxonMobil) SingapuraUS$ 1 miliar atau sekitar Rp17,82  triliun
2PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)PT Frisian Flag Indonesia (FFI)Rp14,57 triliun
3PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)14 perusahaan pemilik aset rumah sakit (First REIT)Rp9 triliun
4PT United Tractors Tbk (UNTR)Tambang emas Doup (PSAB)Rp8,85 triliun
5PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)100% Bali Media TelekomunikasiRp4 triliun
6PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Bisnis Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dari Jardine Cycle & Carriage (SGX: C07)~US$ 207 juta atau sekitar Rp 3,69 triliun
7PT Singaraja Putra Tbk (SINI)PT Kemilau Mulia SaktiRp1,73 triliun
8PT Danantara Asset Management4 manajer investasi BUMNRp2,7 triliun
9PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)40% PT Armada Maritim Persada (CUAN)Rp1,61 triliun
10PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA)45% Trimata Coal PerkasaRp1,6 triliun
11PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)Tambang nikelRp1,34 triliun
12PT Bumi Resources Tbk (BUMI)Loyal Metals LtdRp1 triliun
13PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK)PT Deli Pratama Angkutan LautRp890 miliar
14PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)PT Layar Nusantara GasRp670,2 miliar
15PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)PT Maybank Sekuritas IndonesiaRp583,74 miliar
16PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWRPT Bach Multi Global TbkRp460,7 miliar
17PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET)Mengakuisisi 60% saham kontraktor spesialis kabel laut PT Sarana Global Indonesia (SGI)Rp280,4 miliar
18PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)PT Bermuda Inovasi LogistikRp215 miliar
19PT Pakuan Tbk (UANG) PT Daria Putra PropertiRp156 miliar
20PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET)Mengakuisisi 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang dimiliki Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (ISAT)Rp106,31 miliar

Sumber: Keterbukaan Informasi/diolah Katadata 

Di luar aksi korporasi para konglomerat  deretan transaksi sepanjang 2026 juga memperlihatkan agresivitas perusahaan dalam memperluas aset dan bisnis ke sektor-sektor strategis. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), misalnya, menyiapkan akuisisi 14 perusahaan pemilik aset rumah sakit First REIT dengan nilai sekitar Rp 9 triliun.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) memperluas portofolio tambangnya melalui akuisisi Tambang Emas Doup milik PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) senilai Rp 8,85 triliun. Di sektor media dan telekomunikasi, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengambil alih Bali Media Telekomunikasi senilai sekitar Rp 4 triliun.

Gelombang akuisisi juga menjangkau sektor energi, infrastruktur, logistik dan teknologi. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyiapkan akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa senilai Rp 1,6 triliun. Sedangkan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengakuisisi PT Layar Nusantara Gas sekitar Rp 670,2 miliar.

Di sektor menara dan infrastruktur digital, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengambil alih PT Bach Multi Global senilai Rp 460,7 miliar. Adapun PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) melakukan dua aksi sekaligus, yakni mengakuisisi 60% PT Sarana Global Indonesia senilai Rp 280,4 miliar serta 53,57% saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) senilai Rp 106,31 miliar.

Deretan transaksi yang terjadi sepanjang 2026 menunjukkan bahwa ekspansi anorganik tidak hanya dilakukan untuk memperbesar skala bisnis, tetapi juga menjadi strategi perusahaan untuk masuk ke aset, pasar, dan rantai nilai baru.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...