Danantara Bersih-Bersih BUMN Karya Brantas Abipraya, 29 Anak Usaha Dipangkas
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menyebut pemangkasan 29 entitas usaha PT Brantas Abipraya (Persero) bakal segera rampung. Aksi itu menjadi bagian dari transformasi BUMN Karya agar kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, melalui proses streamlining tersebut, yang tersisa hanya induk perusahaan sebagai bisnis kontraktor. Sementara anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi diperlukan untuk menopang bisnis utama dihilangkan.
Menurut Dony, langkah itu menjadi momentum Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus mempertajam fokus pada bisnis kontraktor. Ia juga mendorong Brantas Abipraya menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menuntaskan proses bersih-bersih itu.
“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Rabu (3/9).
Nasib Utang BUMN Karya Tembus Rp 180 T
Sementara itu, Dony juga mengatakan total utang BUMN Karya mencapai Rp 180 triliun. Ia menjelaskan Danantara belum menemukan langkah pasti untuk menambal seluruh utang tersebut.
Menurut Dony saat ini transformasi perusahaan BUMN Karya belum sepenuhnya berjalan. Apalagi persoalan utang yang kini membebani sejumlah perusahaan. Dari tujuh perusahaan Karya yang berada di bawah Danantara, Dony menyebut hanya tiga yang memiliki kondisi keuangan sehat, yakni PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Hutama Karya.
Dony pun mengatakan Danantara berupaya menjaga ketiga perusahaan itu agar tidak terseret ke persoalan keuangan serupa yang membelit BUMN Karya lainnya.
“Karya ini tidak hanya punya masalah di induknya, tetapi juga punya masalah di anak-anaknya. Inilah makanya proses perbaikan karya ini harus satu persatu. Dan dampaknya ini juga kami pikirkan,” ucap Dony dalam YouTube CNBC Indonesia, dikutip Rabu (2/9).
Dony mengatakan empat BUMN Karya lainnya masih menghadapi persoalan keuangan yang cukup dalam. Namun, Dony menyebut restrukturisasi tak mau hanya bersifat sementara, apalagi jikalau hanya memperbaiki citra laporan keuangan.
Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara fundamental, termasuk dengan menyusun ulang peta jalan bisnis masing-masing perusahaan. Persoalannya, kata Dony, aset BUMN Karya pun tak mampu menutup utang jumbo itu.
“Ada utangnya, asetnya tidak cukup untuk meng-cover utangnya. Ini kan persoalan yang harus diselesaikan satu persatu untuk karya ini,” kata Dony.
Setelah lebih dari enam bulan mengkaji berbagai skenario restrukturisasi, Danantara menargetkan penyelesaian persoalan BUMN Karya dapat dilakukan pada akhir 2026.