Orang Kaya RI Mulai Lirik Asuransi Berdenominasi Dolar AS, Apa Pemicunya?

Dok. Prudential Indonesia
Prudential Indonesia menyasar masyarakat kelompok menegah ke atas untuk menawarkan PRUFuture yang menggunakan denominasi dolar AS.
Penulis: Ahmad Islamy
4/9/2026, 16.09 WIB

Kebutuhan masyarakat terhadap produk perlindungan berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau USD diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Tren tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan finansial global, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta perubahan pola pengelolaan kekayaan lintas generasi.

Perkembangan AI dinilai tidak hanya mengubah pola operasional perusahaan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan hingga keuangan. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, serta semakin terhubungnya kebutuhan masyarakat dengan aktivitas ekonomi internasional turut mendorong perubahan dalam strategi perlindungan dan pengelolaan kekayaan jangka panjang.

Sejumlah laporan industri global memperkirakan investasi infrastruktur AI dapat mencapai US$ 750 miliar pada 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi ekonomi global.

Sementara di kawasan Asia Pasifik, industri asuransi juga diproyeksikan terus tumbuh. Hal itu seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan dari kelompok masyarakat kelas menengah hingga affluent (makmur atau kaya) yang semakin memiliki eksposur terhadap ekonomi global.

Di Indonesia, segmen affluent diperkirakan mencakup sekitar 7% dari total populasi. Meskipun porsinya relatif kecil, kelompok tersebut memiliki kebutuhan perencanaan keuangan yang semakin kompleks, termasuk diversifikasi aset, pembiayaan pendidikan internasional, investasi di luar negeri, hingga perencanaan warisan antar generasi.

Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan mengatakan, kebutuhan nasabah kini tidak lagi hanya berfokus pada besaran manfaat perlindungan. Tetapi juga pada kemampuan produk dalam menjaga relevansi nilai perlindungan terhadap kebutuhan finansial di masa depan.

"Saat ini, kami melihat semakin banyak nasabah yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global," ungkap Astono dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Menurut dia, produk perlindungan berbasis dolar AS dapat menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin melakukan diversifikasi dalam perencanaan keuangan sekaligus mempersiapkan kebutuhan keluarga yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing.

Kebutuhan tersebut antara lain muncul dari meningkatnya aktivitas pendidikan internasional, perjalanan global, investasi luar negeri, hingga perencanaan warisan lintas generasi. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan instrumen perlindungan dengan denominasi mata uang yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka di masa mendatang.

Prudential Indonesia menyebut kajian internal perusahaan menunjukkan masyarakat affluent dan high net worth menempatkan diversifikasi mata uang sebagai salah satu alasan utama berinvestasi di luar negeri. Kekhawatiran terhadap inflasi, risiko nilai tukar, serta meningkatnya kebutuhan finansial dalam mata uang asing menjadi sejumlah pertimbangannya.

Wealth Management Makin Holistik

Selain kebutuhan global, transfer kekayaan antargenerasi atau intergenerational wealth transfer turut menjadi faktor yang mendorong perubahan pola perencanaan keuangan masyarakat affluent.

Astono mengatakan pengelolaan kekayaan kini semakin diarahkan pada pendekatan yang lebih menyeluruh. Nasabah tidak hanya mempertimbangkan pertumbuhan aset, tetapi juga ketahanan finansial keluarga dan keberlanjutan kekayaan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kami melihat tren wealth management saat ini bergerak ke arah yang lebih holistik. Nasabah tidak hanya mencari pertumbuhan aset, tetapi juga produk perlindungan yang mampu menjaga ketahanan finansial keluarga dalam jangka panjang," ujarnya.

Astono mengatakan kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang fleksibel dan terdiversifikasi akan semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan finansial masyarakat yang terhubung dengan aktivitas global. Menurut dia, perencanaan perlindungan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga perlu mempertimbangkan tujuan keuangan jangka panjang dan kebutuhan lintasgenerasi.

Salah satu produk yang ditawarkan Prudential Indonesia untuk kebutuhan tersebut adalah PRUFuture USD, yang menggunakan denominasi dolar AS. Produk itu menjadi bagian dari pilihan perlindungan yang dapat dipertimbangkan nasabah, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan finansial atau eksposur dalam mata uang asing.

Prudential Indonesia menilai perubahan pola pengelolaan kekayaan, meningkatnya kebutuhan global, serta transfer kekayaan antargenerasi berpotensi menjaga permintaan terhadap solusi perlindungan berbasis mata uang asing dalam beberapa tahun mendatang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.