Investasi Barito Pacific Tembus US$5 Miliar dalam 5 Tahun, 90% di Indonesia
Jakarta — Grup Barito Pacific menanamkan belanja modal sekitar US$5 miliar dalam lima tahun terakhir, dengan 90% dari dana tersebut dialokasikan di Indonesia.
Wakil Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk Rudy Suparman mengatakan angka itu mencerminkan strategi ekspansi yang tetap menempatkan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan. Di sisi lain, grup memanfaatkan aset di luar negeri untuk memperluas pasar, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat daya saing grup secara keseluruhan.
Barito Pacific sendiri merupakan salah satu konglomerasi multinasional asal Indonesia yang terus memperluas ekspansi bisnisnya di kancah regional. Dengan rekam jejak operasional selama 47 tahun di Tanah Air sejak didirikan pada 1979, grup ini disebut konsisten menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusi strategis di sektor industri dasar dan energi ramah lingkungan.
Ekspansi ke regional, terkonsolidasi di Indonesia
Sejak beberapa tahun terakhir, Barito Pacific gencar melakukan ekspansi terintegrasi. Melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), grup mempelopori pembangunan fondasi industri petrokimia nasional. Chandra Asri merupakan perusahaan pertama yang mengoperasikan naphtha cracker untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri domestic dan mendukung pertumbuhan industri hilir.
Di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk (Barito Renewables) mengoperasikan berbagai lapangan panas bumi dengan total kapasitas mencapai 926 megawatt (MW) yang masuk ke dalam suplai energi bersih nasional. Langkah strategis terkini membawa Barito Pacific merambah pasar regional melalui investasi dan akuisisi aset-aset strategis di luar negeri, yang kemudian dicatatkan di Indonesia.
"Ekspansi kami ke regional tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis dan skala usaha, tetapi juga memperkuat basis industri kami di Indonesia sebagai yang mendorong pertumbuhan industri hilir," ujar Rudy.
"Melalui kepemilikan aset Aster di Singapura, Chandra Asri Group dapat mendukung ketahanan energi nasional dengan menyuplai produk petroleum vital, seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk kebutuhan berbagai industri dalam negeri," lanjutnya.
Rudy menambahkan, langkah ekspansi regional tersebut mendukung ketahanan neraca perusahaan induk di Indonesia.
"Ini merupakan strategi untuk mengkonsolidasikan pendapatan di Indonesia, melalui induk usaha yaitu Barito Pacific," katanya.
"Sambil memastikan bahwa skala usaha, pendapatan, keahlian, akses pasar, dan kapasitas pendanaan yang diperoleh melalui ekspansi regional tetap berada dalam kendali dan masuk ke laporan keuangan kami di sini," sambung dia.
Investasi berkelanjutan di dalam negeri
Investasi besar-besaran Barito Pacific di dalam negeri juga terus berjalan secara berkelanjutan. Saat ini, Chandra Asri tengah membangun pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) dengan nilai lebih dari US$800 juta. Hingga pertengahan 2026, konstruksinya telah mencapai 72% dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Pabrik yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku kimia strategis dan memperkuat rantai industri dalam negeri. Proyek ini mendapat dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA).
Pada sektor energi terbarukan, Barito Renewables mengoperasikan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) yang terdiri atas panas bumi dan tenaga angin di beberapa provinsi di Indonesia. Ekspansi serta peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu diarahkan untuk membawa kapasitas panas bumi grup melampaui 1 GW pada akhir 2026.
Barito Pacific juga memiliki pijakan di infrastruktur kelistrikan melalui pembangkit listrik Jawa 9 dan 10, dua unit pembangkit masing-masing berkapasitas 1.000 MW yang dijalankan bersama Indonesia Power.
Strategi investasi berkelanjutan di Indonesia dengan ditopang akuisisi aset regional yang terkonsolidasi di dalam negeri, menurut Rudy, menempatkan Barito Pacific sebagai perusahaan Indonesia dengan jangkauan multinasional. Grup ini bertumbuh melintasi batas negara, tetapi tetap menjadikan Indonesia sebagai pusat kendali, konsolidasi, investasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.