Danantara Masuk Bisnis Migas AS, Investasi Rp 4,48 Triliun di HighPeak Energy

Dok.Danantara Indonesia
Ilustrasi Danantara Indonesia
6/10/2026, 17.31 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, melalui holding investasi PT Danantara Investment Management (DIM), menggelontorkan investasi US$ 250 juta atau sekitar Rp 4,48 triliun ke HighPeak Energy Inc. atau HighPeak.

HighPeak merupakan perusahaan berbasis di Texas, Amerika Serikat yang bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.

Investasi tersebut melalui penerbitan saham preferen konvertibel atau convertible preferred stocks dalam beberapa tahap. Melalui transaksi ini, DIM mendapatkan akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di AS Investasi itu sekaligus memperluas portofolio energi Indonesia ke pasar global.

HighPeak akan menggunakan dana investasi untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Dana tersebut juga akan mendukung pengembangan serta pertumbuhan portofolio aset perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.

Pandu mengatakan posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia. Menurutnya, investasi tersebut sebagai peluang potensial bagi DIM. Investasi ini juga menjadi bagian dari upaya Danantara membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan AS,” kata Pandu dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (6/10). 

Mengutip data U.S. Energy Information Administration (EIA), Permian Basin menyumbang 48% dari total produksi minyak Amerika Serikat sepanjang 2025.

Pertumbuhan produksi di wilayah tersebut sejak 2007 terutama didorong penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking). Teknik tersebut juga berpotensi diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang apabila kondisi reservoir mendukung.

Penerapan teknologi itu dinilai dapat meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga menjadi model yang relevan bagi Indonesia dalam meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.

Setelah transaksi rampung, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja atau secondment bagi tenaga kerja Indonesia. Program itu demi meningkatkan kapabilitas sekaligus mendorong pertukaran keahlian teknis.

Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak Michael Hollis mengatakan HighPeak mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin. Menurutnya, kerja sama dengan DIM akan mempercepat pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran.

“Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ucap Hollis.

Berdasarkan ketentuan investasi, DIM akan memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi. DIM juga berpeluang memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas HighPeak di masa mendatang melalui konversi saham preferen menjadi saham biasa.

Selain itu, DIM memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui penempatan terbatas atau private placement. DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

DIM berkomitmen menjalankan mandatnya melalui investasi yang disiplin dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Penyelesaian transaksi tersebut tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan yang berlaku dan kepatuhan terhadap kebijakan terkait.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila