Dony Isyaratkan IPO BUMN Tunggu Restrukturisasi Rampung pada 2029

Katadata/Karunia Putri
COO Danantara, Dony Oskaria,
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
26/10/2026, 15.31 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menargetkan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2029. Rencana tersebut merupakan bagian dari peta jalan transformasi dan optimalisasi perusahaan pelat merah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menuturkan, rencana IPO akan dilakukan setelah rampungnya streamlining BUMN. Untuk itu, perusahaan-perusahaan pelat merah mesti menjalani konsolidasi, restrukturisasi, dan penciptaan nilai (value creation) terlebih dulu.

“Then later we will enter value creation (Kemudian, nantinya kami akan membahas penciptaan nilai). Some of the good companies (Beberapa perusahaan yang bagus), kita akan go public (IPO) in 2029,” kata Dony dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10).

Dia menjelaskan, sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang mengelola aset BUMN, Danantara menyusun peta jalan (roadmap) transformasi lima tahun. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi, restrukturisasi, dan perbaikan tata kelola (good corporate governance). Lalu, tahun kedua mengembangkan sumber daya manusia, mendorong inovasi melalui teknologi, penciptaan nilai dengan IPO. Terakhir, pada 2030, Danantara akan menjadi perusahaan kelas dunia.

Menurut Dony, saat ini BUMN masih berada dalam tahap konsolidasi dan restrukturisasi. Pada tahun depan, transformasi akan berlanjut dengan pembenahan sumber daya manusia dan budaya perusahaan (corporate culture).

Setelah jumlah perusahaan lebih ramping dan proses transformasi berjalan, Danantara akan mulai mendorong perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki kinerja baik untuk melantai di bursa. Namun, Dony tidak memerinci perusahaan yang sedang dipersiapkan untuk IPO.

Dalam kesempatan berbeda, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P Roeslani, menyebut sejumlah BUMN berpotensi melantai di bursa pada 2027. Menurut Rosan, IPO menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan pengelolaan BUMN sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

“Pada 2027, kami sudah mengidentifikasi beberapa perusahaan (BUMN) untuk melantai ke bursa. Ini salah satu bentuk transparansi kami untuk meningkatkan akuntabilitas,” kata Rosan di Jakarta, Rabu (7/10) lalu.

Rosan mengatakan, perusahaan BUMN yang tercatat di bursa akan berada di bawah pengawasan lebih luas, termasuk dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan masyarakat sebagai investor. Ia berharap, pertumbuhan BUMN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan nilai perusahaan, kinerja operasional, maupun kontribusinya terhadap perekonomian.

Saat ini, Danantara masih mengkaji perusahaan yang akan ditawarkan kepada publik. Rosan menyebut daftar calon emiten BUMN tersebut kemungkinan diumumkan pada akhir 2026.

Ia mengatakan, perusahaan yang dipilih akan mempertimbangkan potensi bisnis serta respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri. Perusahaan dari sektor keuangan, infrastruktur, dan pertambangan masuk dalam sektor yang berpotensi melantai di bursa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri