Ekonomi Stagnan, Jokowi: Alhamdulilah di Atas 5%, Tiga Besar di G20

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo berpidato dalam pertemuan awal tahun pelaku industri jasa keuangan 2017 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1).
8/8/2017, 12.24 WIB

Badan Pusat Statistik baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% pada kuartal II 2017. Meski beberapa pihak menyebutnya di bawah harapan, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pandangan lain.

"Alhamdulillah masih di atas 5 persen, kami syukuri ini," kata Jokowi Jokowi saat Peresmian Pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Tahune 2017 di Jakarta, Selasa (8/8).

Jokowi juga membanggakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masuk tiga besar di kelompok negara G20. “Kita hanya kalah dengan India dan Tiongkok,” ujarnya.

(Baca juga: Kinerja Ekspor Kembali Melambat, Ekonomi Kuartal II Stagnan 5,01%)

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi di negara anggota G20 lain seperti Turki, Korea Selatan, Meksiko, Jerman, Amerika Serikat, Arab Saudi, hingga Jepang kalah dari Indonesia. “Semuanya di bawah kita jauh. Ini yg sering kita tidak sadari dan syukuri,” tuturnya.

Jokowi juga membanggakan keberhasilan pemerintahannya mengontrol inflasi. Inflasi yang pada akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melampaui angka 8%, pada 2015 berhasil ditekan hingga 3,35% dan menjadi 3,02% pada 2016.

Hal itu, menurutnya mencerminkan keberhasilan pemerintah mengontrol kenaikan harga. "Artinya (saat ini) ada keuntungan masyarakat dalam segi daya beli," katanya.

(Baca juga: BI: Ekonomi Rentan Karena Daerah Terlalu Bergantung Pada SDA)

Mantan walikota Solo tersebut juga memastikan pemerintah tetap akan berfokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Yang ingin saya sampaikan Pemerintah sekarang ini baru fokus dan konsentrasi selesaikan hal fisik,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 hanya mencapai 5,01%, sama persis dengan kuartal I. Pertumbuhan ekonomi bahkan melambat dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 5,18%.

"Tapi masih lumayan bagus di tengah ekonomi global yang tidak pasti," kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (7/8).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution