Lebaran Berakhir, Tekanan Inflasi Agustus Berkurang

KATADATA
Kepala BPS SUryamin (tengah) memaparkan perkembangan laju inflasi bulanan di kantornya, Jakarta.
1/9/2015, 15.45 WIB

KATADATA ? Tekanan inflasi sepanjang Agustus tercatat mengalami penurunan bila dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi bulan kedelapan tersebut hanya sebesar 0,39 persen, turun sementara pada Juli sebesar 0,93 persen.

Kepala BPS Suryamin menyampaikan, berkurangnya tekanan inflasi tersebut lantaran dampak kenaikan harga yang terjadi pada masa lebaran sudah berkurang. Bahkan, berdasarkan catatan BPS, inflasi Agustus tahun ini merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

?Tekanan harga berkurang, terutama pada sektor transportasi dan barang-barang hasil pertanian. Jadi karena setelah lebaran,? kata dia saat memaparkan hasil survei indeks harga konsumen (IHK) di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9).

Dilihat secara tahunan, inflasi Agustus pada tahun ini dibandingkan Agustus tahun lalu (yoy) tercatat sebesar 7,18 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 7,26 persen. Sedangkan dilihat dari komponen inti, inflasi Agustus tercatat 0,52 persen. Adapun secara tahunan sebesar 4,92 persen (yoy).

Suryamin mengatakan, berkurangnya tekanan inflasi terlihat dari IHK di 82 kota yang disurvei. Dari kota-kota tersebut, sebanyak 59 kota mengalami inflasi, dan 23 kota mengalami deflasi. Namun dari 59 kota yang mengalami inflasi, hanya empat kota yang inflasinya di atas 1 persen, termasuk Tanjung Pandan yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,29 persen.

Sementara 37 kota inflasinya berada di rentang 0 persen-0,5 persen, 18 kota dengan inflasi di antara 0,5 persen-1 persen. ?Ini menunjukkan pengendalian inflasi di daerah jauh lebih bagus,? tutur dia.

Daniel Wilson, ekonom untuk kawasan ASEAN dan pasifik dari ANZ Research, menilai inflasi Agustus secara umum dalam kondisi stabil. Dia menilai ada potensi kenaikan inflasi pada September yang disebabkan pelemahan nilai tukar rupiah dan dampak cuaca panas el-nino. Namun, jika pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan penurunan harga minyak internasional, inflasi kemungkinan bisa berkurang. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Desy Setyowati