Target Lifting Minyak Disepakati Lebih Rendah

KATADATA
Penulis: Safrezi Fitra
29/1/2015, 10.06 WIB

KATADATA ? Komisi VII DPR RI dan pemerintah akhirnya menyepakati target lifting minyak tahun ini sebesar 825.000 barel per hari (bph). Target yang akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 ini lebih kecil dari angka ini lebih kecil dari angka awal yang diajukan pemerintah, bahkan jauh dari target sebelumnya dalam APBN 2015.

Dalam APBN 2015, pemerintah dan DPR sebelumnya menyepakati target lifting minyak tahun ini sebesar 900.000 bph. Kemudian pemerintahan yang baru mengusulkan perubahan target tersebut menjadi 849.000 bph. Namun, anggota Komisi VII menilai angka tersebut tidak realistis.

Saat pembahasan mengenai target lifting pemerintah bersama Komisi VII, sempat terjadi skorsing selama 15 menit. Di tengah skors repat tersebut masing-masing fraksi berdiskusi dengan anggotanya dan menentukan angka lifting menurut perhitungan yang realistis, begitu juga pemerintah.

Setelah skor selesai para fraksi pun mengajukan angka untuk pemerintah. Fraksi PDIP  awalnya mengusulkan angka lifting minyak sebesar 830.000 bph, Partai Golkar, Gerindra, PKB, dan PAN mengusulkan 815.000 bph, Partai Demokrat 820.000 bph, PKS 815.000 bph, Partai Nasdem 840.000 bph, Partai Hanura 835.000 bph, dan PPP 810.000 bph.

Sementara pemerintah mengusulkan 810.000 ? 825.000 barel per hari. "Jika diizinkan angka 825.000 barel per hari. Saya tadi bicara dengan pak Amien (Kepala SKK Migas) kalau lebih tinggi dari 825.000 itu berat," kata Sudirman Said di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/1).

Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan angka tersebut berdasarkan penghitungan rencana kerja dan anggaran dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditetapkan pada awal Desember lalu.

?Kami berdiskusi dengan seluruh KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) dari November hingga awal Desember dan ketemu angka tersebut,? ujar Amien.

Selain itu merosotnya harga minyak dunia hingga di kisaran US$ 40-an per barel membuat  sejumlah KKKS mengevaluasi target produksi yang akan dicapai pada 2015 dengan total penurunan 15.000 barel per hari. Dia memperkirakan masih ada beberapa KKKS yang akan menurunkan target produksinya lebih besar lagi.

Dengan usulan tersebut, semua anggota Komisi VII pun sepakat dengan angka 825.000 barel per hari. Bahkan anggota Komisi VII dari Partai Nasdem yang mengajukan angka awal paling tinggi, Kurtubi berharap angka tersebut dapat dicapai pemerintah.

"Saya ingin pemerintah sekarang bikin sejarah untuk pertama kalinya target lifting terlampaui," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait