KATADATA ? PT Pertamina (Persero) menyebut penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium meningkat dalam dua pekan terakhir. Peningkatan ini merupakan dampak dari ketidakpastian harga BBM.
"Dua minggu terakhir penjualan premium 12 persen naik. Yang biasanya 81.000 kiloliter per hari, sekarang rata-rata 90.000 kiloliter," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya di Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (5/11).
Belum jelas apakah peningkatan ini disebabkan adanya oknum penimbun BBM, karena tahu bahwa harga akan naik. Indikasi lainnya, bisa saja ada kepanikan masyarakat karena stok BBM bersubsidi akan berkurang menjelang kenaikan harga.
Dalam hal ini Hanung meminta agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi kenaikan harga BBM. Pertamina sudah menjamin adanya ketersediaan stok BBM bersubsidi jelang kenaikan harga tersebut.
"Kami laporkan kesiapan Pertamina. Persediaan BBM untuk stok nasional cukup menyangkut premium dan solar," ujarnya.
Dia juga mengingatkan kepada setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengawasi penjualan BBM bersubsidi. Menurutnya, pertamina tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada SPBU yang nakal.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menjamin distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi lancar jelang kenaikan harga BBM. Dia juga meminta agar masyarakat tidak panik.
"Distribusi lancar baik subsidi maupun non subsidi," ujarnya.
Data BPH Migas, hingga Oktober 2014 konsumsi BBM sudah mencapai 38,5 juta kiloliter atau 83,7 persen dari kuota. Meski diprediksi ada peningkatan pada akhir tahun, Andy berharap sampai dengan akhir tahun target 46 juta kiloliter dapat tercapai.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said belum bisa memastikan kapan harga BBM akan dinaikkan. Dia hanya mengatakan kenaikan harga BBM itu diperlukan untuk mengalihkan subsidi BBM ke bidang yang produktif.
"Irigrasi harus dibangun, cold storage untuk nelayan harus dibangun, infrastruktur harus dibangun. Kemudian bibit untuk petani, dan kapal untuk nelayan. Itu program prioritas, karena itu diyakinkan sampai ke rakyat," paparnya.