Efektivitas Vaksin AstraZeneca Diragukan, Rupiah & Mata Uang Asia Loyo

Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.
27/11/2020, 10.14 WIB

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,03% ke level Rp 14.105 per dolar AS pagi ini, Jumat (27/11). Rupiah melemah akibat ketidakpastian hasil efektivitas vaksin AstraZeneca.

Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong dan Singapura masing-masing turun 0,01%, won Korea Selatan 0,09%, peso Filipina 0,04%, yuan Tiongkok 0,09%, ringgit Malaysia 0,16%, dan baht Thailand 0,1%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,19%, dolar Taiwan 0,01%, dan rupee India 0,04%.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebutkan bahwa sentimen terhadap aset berisiko pagi ini cukup beragam. "Sentimen positif terhadap hasil uji vaksin mulai berkurang karena analis meragukan hasil uji vaksin Astrazeneca yang sebelumnya dilaporkan bagus," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (27/11).

Perusahaan farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford mengaku adanya kesalahan produksi vaksin Covid-19 buatan mereka. Hal tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan.

AstraZeneca sempat melaporkan bahwa kandidat vaksin buatannya efektif melawan pandemi 90%. Namun, saat relawan mendapat suntikan dua dosis penuh, sebagian besar percobaan hanya mendapatkan efektivitas 62%. Secara keseluruhan jika hasil digabung mencapai 70%.

Selain sentimen vaksin, menurut Ariston, kenaikan kasus Covid-19 di dunia juga membayangi pergerakan harga aset berisiko. Melansir laman resmi Worldometers, kasus positif Covid-19 bertambah 10.277 menjadi 61,3 juta hingga pukul 09.30 WIB.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria