Rupiah Terus Menguat Pagi Ini, Tembus di Bawah 15.100/US$
Nilai tukar rupiah menguat 25 poin ke level 15.128 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah menanti data inflasi AS bulan Juni yang diperkirakan kembali turun. Data tersebut membantu penguatan mata uang regional.
Mengutip Bloomberg, kurs rupiah terus menguat ke arah 15.077 pada pukul 09.50 WIB, atau terapresiasi 0,5% dari penutupan kemarin sore. Rupiah terus menguat dan makin jauh dari level 15.200 pada awal pekan ini.
Mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terutama yen Jepang 0,53%, peso Filipina 0,42%, yuan Cina 0,30%, rupee India 0,25%, baht Thailand 0,26%. Pelemahan hanya dialami dolar Hong Kong yang terkoreksi 0,01% terhadap dolar AS.
Rupiah diramal masih akan menguat hari ini jelang rilis data inflasi konsumen AS malam ini yang kemungkinan kembali turun. Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan rupiah menguat ke arah Rp 15.100 per dolar AS, dengan potensi resistance di kisaran 15.180 per dolar AS.
Data inflasi konsumen di AS bulan Juni akan dirilis malam ini. Mayoritas pasar memperkirakan inflasi tahunan akan turun ke 3,1%, melanjutkan penurunan dari bulan sebelumnya masih 4%. Jika perkiraan itu tidak meleset, maka inflasi akan semakim dekat dengan target bank sentral AS, The Fed di 2%.
Ariston menyebut, inflasi yang dalam tren penurunan ini mendorong munculnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan berakhirnya tren suku bunga tinggi di AS meski kemungkinan besar bulan ini akan tetap ada kenaikan bunga The Fed.
"Indeks dolar AS juga terlihat menurun ke arah level terendah sejak bulan Mei serta imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun pun telrihat turun ke bawah 4%," kata Ariston dalam catatannya pagi ini, Rabu (12/7).
Pasar juga menanti pertemuan pembuat kebijakan The Fed akhir bulan ini. Mayoritas pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 bps sesuai sinyal yang telah disampaikan pejabat bank sentral sebelumnya terkait potensi kenaikan suku bunga dua kali lagi tahun ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini akan menjadi sentimen penahan penguatan rupiah.
Senada, analis pasar uang Lukman Leong juga melihat peluang penguatan kembali rupiah hari ini dengan bergerak di rentang 15.100-15 200 per dolar AS. Pelaku pasar menantikan rilis inflasi AS yang diperkirakan menurun dan meredakan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.