Rupiah Berpeluang Menguat Imbas Tensi Perang Dagang AS - Uni Eropa Memanas

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di Bank Syariah Indonesia (BSI), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025).
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Yuliawati
26/5/2025, 09.58 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat keputusan yang membuat tensi dagang dengan Uni Eropa memanas. Situasi ini berpeluang membuat penguatan rupiah terhadap dolar AS berlanjut.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yg kembali melemah oleh meningkatnya tensi perang dagang antara AS dengan Uni Eropa," kata Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Senin (26/5).

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada di level 16.200 per dolar AS hingga 16.350 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.184 per dolar AS. Level ini menguat 33 poin atau 0,20% dari penutupan sebelumnya.

Senada dengan Lukman, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi juga memproyeksikan rupiah akan menguat pada awal pekan ini. "Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.140 per dolar AS hingga Rp 16.220 per dolar AS," kata Ibrahim.

Ibrahim mengungkapkan, AS dan Uni Eropa memang tengah memanas. Sebelumnya, para negosiator perdagangan Presiden AS Donald Trump mendesak Uni Eropa untuk melakukan pengurangan tarif sepihak atas barang-barang AS dengan mengatakan bahwa tanpa konsesi, blok tersebut tidak akan maju dalam perundingan untuk menghindari bea masuk timbal balik tambahan sebesar 20%,

Sejak akhir pekan lalu, perwakilan Dagang AS Jamieson Greer bersiap untuk memberitahu Komisaris Perdagangan Eropa Maros Sefcovic bahwa catatan penjelasan baru-baru ini yang dibagikan oleh Brussels untuk perundingan tersebut tidak memenuhi harapan AS.

Pada akhirnya, Trump pada Jumat (23/5) mengumumkan akan memberlakukan tarif 50% untuk barang-barang impor dari Uni Eropa yang berlaku mulai 1 Juni 2025. pada saat bersamaan Trump juga memperingatkan Apple (AAPL.O) soal potensi pengenaan pungutan 25% untuk semua iPhone impor yang dibeli oleh konsumen AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti