Trump Setujui Tarif 19% untuk Filipina, Sepakat Perkuat Kerja Sama Militer
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Filipina dengan menetapkan tarif sebesar 19%. Kesepakatan ini muncul setelah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr melakukan pertemuan pada Selasa (22/7) di Gedung Putih.
Trump mengungkapkan ketentuan umum perjanjian tersebut melalui media sosialnya dan mengatakan AS dan Filipina akan bekerja sama secara militer. “Filipina akan membayar tarif sebesar 19%. Kita juga akan bekerja sama dalam bidang militer,” tulis Trump dalam unggahannya dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/7).
Kesepakatan ini akan membuat AS sedikit menurunkan tarif untuk Filipina tanpa membayar pajak impor atas barang yang dijual di Negeri Paman Sam.
Pengumuman kerangka kerja kesepakatan ini muncul di tengah upaya kedua negara menjalin hubungan keamanan dan ekonomi yang lebih erat dalam menghadapi perubahan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.
Sebelum pertemuannya, Marcos mengindikasikan ia siap menawarkan tarif nol persen untuk beberapa barang AS demi mencapai kesepakatan dengan Trump. Namun Kedutaan Besar Filipina belum menanggapi kabar tersebut.
Tarif yang ditetapkan untuk Filipina ini sama dengan Indonesia. Tarif Filipina turun dari 20% menjadi 19%. Sementara tarif Indonesia turun dari 32% menjadi 19%.
Sebagai imbalannya, Filipina akan memiliki pasar terbuka dan AS tidak akan membayar tarif. Meski begitu, Trump belum memberikan rincian lebih lanjut dari kesepakatan dengan Filipina.
Usai melakukan pertemuan dengan Trump, Marcos mengungkapkan hubungan Filipina dan AS selalu berjalan dengan baik. “Hubungan ini telah berkembang menjadi hubungan yang sepenting mungkin," kata Marcos.