Manufaktur AS Melemah, Rupiah Punya Peluang Menguat

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Penulis: Rahayu Subekti
6/1/2026, 10.02 WIB

Nilai tukar rupiah diprediksi akan menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Rupiah mendapatkan dukungan dari dirilisnya data manufaktur Institute for Supply Management (ISM) yang turun ke level 47,9 pada Desember 2025.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah data manufaktur yang lebih lemah dari harapan,” kata Analis Doo Financial Futures Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Selasa (6/1).

Namun Lukman mengantisipasi penguatan rupiah ini akan terbatas. Sebab, data perdagangan Indonesia yang mengecewakan masih membebani rupiah. Meskipun neraca perdagangan RI pada November 2025 surplus mencapai US$ 2,66 miliar atau setara Rp 44,49 triliun, namun angka ini masih di bawah perkiraan.

“Rupiah akan berada di level Rp 16.700 per dolar AS hingga Rp 16.800 per dolar AS,” ujarnya.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 16.743 per dolar AS. Level ini melemah empat poin atau 0,02% dari penutupan sebelumnya.

Senada, Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana juga memproyeksikan hal yang sama. “Saya harap ada apresiasi di hari ini ke level Rp 16.710 per dolar AS,” kata Fikri.

Fikri menyebut rilis ISM Manufacturing PMI AS pada periode Desember 2025 yang memburuk akan memberikan dukungan kepada rupiah. Hal ini ditambah perkembangan investasi global yang masih relatif teredam terkait AS-Venezuela.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti