Ekspor RI 2025 Naik 6,15% Capai US$ 282,9 Miliar, Meleset dari Target Pemerintah

Ade Rosman
2 Februari 2026, 11:34
ekspor, impor, BPS
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik mencatat total ekspor Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$ 282,9 miliar, naik 6,15% dibandingkan 2024 yang mencapai US$ 266,53 miliar. Meski demikian, realisasi ini di bawah target yang sebelumnya dipatok pemerintah sebesar US$ 294.45 miliar. 

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan, ekspor migas turun 17,7% menjadi US$ 13,07 miliar, sedangkan ekspor nonmigas berhasil naik 7,66% menjadi US$ 269,84 miliar. 

"Peningkatan untuk yang nilai ekspor nonmigas secara kumulatif itu, terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan juga pertanian," ujar Ateng dalam konferensi pers pengumuman ekspor impor pada Senin (2/2). 

Ia menjelaskan, ekspor industri pengolahan naik 14,47% mencapai US$ 227,1 miliar. Kenaikan juga terjadi pada ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik 21,01% menjadi US$ 6,88 miliar. Sedangkan ekspor pertambangan anjlok 23% menjadi US$ 35,86 miliar.

Berdasarkan negara tujuannya, Cina masih menjadi tujuan ekspor utama Indonesia mencapai US$ 64,92 miliar pada tahun lalu. Ekspor ini naik dibandingkan 2024 sebesar US$ 60,52 miliar. 

Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat yang menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua juga naik dari US$ 26,54 miliar menjadi US$ 30,96 miliar, sedangkan ekspor Indonesia ke India turun dari US$ 20,37 miliar menjadi US$ 18,32 miliar. 

Adapun ekspor ke Cina terutama terdiri dari komoditas besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan barang daripadanya.  Ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan peralatan elektrik, pakaian dan aksesorisnya, serta alas kaki, sedangkan ekspor ke India di dominasi oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja.

Ekspor Melonjak 11,6% pada Desember 

BPS mencatat kenaikan ekspor terutama terjadi pada Desember yang mencapai 11,64% secara tahunan menjadi US$ 26,35 miliar. Kenaikan ekspor terutama didorong oleh barang nonmigas yang naik 13,72% mencapai US4 25,09 miliar, sedangkan ekspor migas turun 18,14% menjadi US$ 1,26 miliar.

Kenaikan ekspor nonmigas terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan yang naik 19,25% menjadi US$ 21,17 miliar, sedangkan ekspor sektor pertambangan anjlok 8,78% menjadi US$ 3,4 miliar, dan pertanian jeblok 10,91% menjadi 0,52 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...