Literasi Keuangan Meningkat, Pembeli ORI Didominasi Milenial dan Gen Z

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.
Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Obligasi Negara Ritel seri ORI027 melalui perangkat digital di Depok, Jawa Barat, Senin (27/1/2025).
Penulis: Ade Rosman
26/1/2026, 14.21 WIB

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan partisipasi generasi muda dalam investasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel terus meningkat. Sepanjang 2025, Milenial dan Gen Z mendominasi pembelian SBN ritel termasuk Obligasi Negara Ritel (ORI). 

Dari data Kemenkeu, Milenial dengan Gen Z mendominasi dengan total 57% dari keseluruhan  investor. 

“Kalau kita tambahkan antara generasi Milenial dan Gen Z, totalnya sekitar 57%. Ini statistik yang sangat bagus karena generasi muda sudah mulai banyak yang berpartisipasi, bahkan mayoritas,” kata Plt Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu, Novi Puspita Wardani, dalam konferensi persi di kantor Kemenkeu, Senin (26/1). 

Novi menilai, dominasi generasi muda ini menjadi sinyal positif meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Sementara itu, merujuk data yang sama, Gen X dan Baby Boomers yang dinilai ‘memiliki uang’, tidak melampaui jumlah kaum muda dalam hal tersebut. Baby boomers mencapai 14% dari total investor sedangkan Gen X sebanyak 29%.

Perubahan Perilaku Investasi 

Novi menyimpulkan, keterlibatan generasi muda dalam instrumen SBN ritel menunjukkan perubahan perilaku investasi, dari sekadar menabung menjadi mulai mengelola keuangan jangka panjang.

“Artinya di sini sebenarnya generasi muda sudah mulai melek secara finansial dan terbuka dengan instrumen investasi yang ada,” katanya.

Dari data Kemenkeu, menunjukkan bahwa sepanjang 2025 pemerintah telah menerbitkan delapan seri SBN ritel dengan total investor mencapai sekitar 262 ribu orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 102 ribu investor baru yang sebagian besar berasal dari kelompok usia muda.

“Setiap penerbitan SBN itu selalu ada investor baru. Di 2025 sendiri, investor barunya ada sekitar 102 ribu,” kata Novi.

Ia menyebut salah satu faktor utama meningkatnya minat Milenial dan Gen Z terhadap ORI disebabkan oleh kemudahan akses pembelian. Menurutnya, melalui sistem e-SBN, masyarakat dapat berinvestasi hanya lewat gawai dengan proses yang sederhana.

“Sekarang caranya gampang. Cukup daftar dan lewat gadget saja sudah bisa membeli SBN ritel,” katanya.

Faktor lainnya yakni karena karakter ORI yang menawarkan kupon tetap dan risiko rendah, sehingga dinilai cocok bagi generasi muda yang baru memulai perjalanan investasi.

“SBN ritel ini instrumen yang aman dan memberikan kepastian karena fixed income. Ini cocok untuk investor pemula yang ingin belajar tumbuh secara finansial,” kata Novi.

Novi mengatakan, pemerintah berharap dominasi Milenial dan Gen Z dalam pembelian ORI dapat mendorong pembentukan kebiasaan investasi jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan nasional.

“Kalau generasi muda sudah melek literasi, berinvestasi, dan mendapat penghasilan tambahan dari kupon, itu akan berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Novi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman