Purbaya Sebut Tak Sulit untuk Perkuat Rupiah Jadi Rp 15.000 per US$
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin dirinya tidak akan kesulitan membuat nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat jika ia menjabat di Bank Indonesia alias BI.
“Saya pikir, (rupiah) bergerak menuju Rp 15.000 per US$ tidak akan sulit, jika saya berada di posisi mereka (bank sentral),” kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Jakarta, Selasa (3/2).
Purbaya mulanya menjelaskan bahwa peran tunggal BI yakni mengendalikan stabilitas mata uang.
“Anda harus tanya gubernur BI. Namun menurut saya, level (rupiah) terlalu rendah dibandingkan fundamentalnya. Mata uang regional lain menguat terhadap dolar AS, sementara rupiah melemah,” kata dia.
Ia terusik dengan pergerakan rupiah yang mendekati Rp 17.000 per US$, walaupun menurut dia depresiasi saat ini tidak akan menciptakan krisis seperti 1997 – 1998. Purbaya memastikan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK, dengan ia sebagai ketua, akan mengantisipasi pelemahan rupiah lebih dalam.
“Jika kondisi memburuk, saya akan memicu pertemuan untuk memitigasi dampak dolar AS,” kata dia. “Meskipun secara ekonomi Rp 17.000 tidak akan menciptakan krisis, tetapi sebagian besar populasi takut karena ingat krisis 1997 - 1998. Itu akan menciptakan efek psikologis.”