Setahun Pemerintahan Prabowo, Jurang Si Kaya dan Miskin Masih Lebar
Masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berjalan lebih dari satu tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat ketimpangan antara penduduk kaya dan miskin atau gini ratio tercatat sebesar 0,363 pada 2025.
“Angka ini menurun 0,012 poin jika dibandingkan dengan Maret 2025 yang sebesar 0,375,”ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (5/2).
Amalia menjelaskan, penurunan tingkat ketimpangan ini terjadi di pedesaan maupun perkotaan. Ia menyebut, gini ratio di wilayah perkotaan tercatat sebesar 0,383 atau turun 0,012 basis poin dibandingkan dengan Maret 2025.
Rasio gini di pedesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295, lebih rendah 0,004 poin dibandingkan dengan bulan Maret 2025.
“Ketimpangan di wilayah perkotaan terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah pedesaan,” kata Amalia.
Jumlah Penduduk Miskin Turun
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau 8,25% dari penduduk Indonesia. Jumlah penduduk miskin ini turun dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 23,96 juta orang maupun September 2024 sebanyak 24,06 juta orang,
"Tingkat kemiskinan mengalami penurunan, baik di perkotaan maupun pedesaan," ujar Amalia
Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurangdari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025. Sementara itu pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sdari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025.
Namun secara persentase, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60%, naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73%. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72%, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03%.
Orang Miskin Paling Banyak di Pulau Jawa
BPS mencatat kemiskinan tertinggi hingga 2025 terdapat di pulau Jawa yang mencapai 12,32 juta pendudun. "Itu sekitar 52,75% dari keseluruhan penduduk miskin di Indonesia,” kata Amalia dalam paparannya.
Di sisi lain, Amalia menuturkan, jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di pulau Kalimantan, yakni sekitar 880 ribu orang.
Meski demikian, menurut dia, terjadi rata-rata wilayah mengalami penurunan kemiskinan pada tahun lalu. “Penurunan paling dalam terjadi di wilayah Maluku dan Papua, di mana di wilayah ini turun 0,68% basis poin,” kata Amalia.