Stimulus Pemerintah Dongkrak Konsumsi Ramadan: WFA hingga Diskon Tiket Pesawat
Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus menjelang bulan puasa untuk mendorong konsumsi masyarakat pada awal 2026. Paket kebijakan tersebut, mencakup penerapan work from anywhere (WFA) dan diskon tiket pesawat hingga 18%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus akan diluncurkan mendekati periode Ramadan.
“Stimulus kami siapkan, mungkin menjelang di bulan puasa nanti kami akan dorong,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Kamis (5/2).
Airlangga menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan berbagai insentif yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere bagi pegawai kantoran.
“Jadi banyak kami memberikan stimulus. Jadi tentu itu yang membedakan dibandingkan tahun lalu. Contohnya WFA itu yang kerja di kantoran,” ujarnya.
Skema WFA ini nantinya tidak hanya berlaku bagi pegawai swasta, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN). Regulasi untuk ASN akan disiapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), sedangkan aturan bagi pekerja swasta akan diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Nanti ASN juga termasuk dan regulasinya disiapkan. Baik itu untuk ASN nanti oleh Menpan-RB. Sedangkan pihak swasta atau pegawai kantoran itu dikeluarkan oleh Menaker,” kata Airlangga.
Selain pengaturan pola kerja, pemerintah juga menyiapkan insentif di sektor transportasi udara melalui PPN DTP tiket pesawat. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan harga tiket sehingga mendorong mobilitas masyarakat. Airlangga menyebut besaran potongan harga tiket secara riil diperkirakan mencapai 17–18 persen.
“Diskon tiket realnya nanti sekitar 17–18%. Dengan PPN ditanggung pemerintah. Kalau yang lalu di Natal kan 6% yang ditanggung. Tetapi kalau yang kali ini full,” jelasnya.
“Regulasi nanti sedang menunggu PMK. Harapannya Senin semua sudah selesai,” ujarnya.