Ramai PHK, Jumlah Orang Menganggur di RI Turun Jadi 7,35 Juta pada November 2025
Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah orang menganggur di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Jumlah ini turun dibandingkan Agustus 2024 sebanyak 7,47 juta orang, tetapi naik dibandingkan Februari 2025 sebanyak 7,28 juta orang.
Adapun jumlah orang menganggur ini juga turun dibandingkan posisi bulan sebelumnya atau Agustus 2025 sebanyak 7,46 juta orang. BPS biasanya merilis data ketenagakerjaan periode Februari dan Agustus setiap tahunnya. Namun kali ini, BPS memberikan gambaran data ketengakerjaan hingga November 2025.
"Tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 turun menjadi 4,74%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (5/2).
BPS mencatat, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 mencapai 155,27 juta orang, naik 1,262 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,95 persen, naik sebesar 0,36 persen poin dibanding Agustus 2025.
Penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebanyak 147,91 juta orang, naik 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak adalah penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum yang mencapai 381 ribu orang.
Kementerian Ketenakerjaan sebelumnya mencatat, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 88.519 orang. Jumlah tersebut naik 13,54% dibandingkan 2024 yang mencapai 77.965 orang.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan naiknya angka PHK disebabkan faktor ekspor dan impor Indonesia.
Indah menyebut ada banyak faktor penyebab PHK, salah satunya berasal dari tekanan ini berasal dari dinamika geopolitik dunia yang terjadi pada paruh pertama 2025. Geopolitik yang dimaksud adalah perang antara negara.
