Purbaya Respons Sindiran Trenggono: Pesanan Kapal KKP Belum Terlihat di Galangan

ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/bar
Pekerja menyelesaikan perbaikan kapal di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, Senin (29/9/2025).
Penulis: Ade Rosman
11/2/2026, 16.06 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sindiran Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ihwal anggaran pembangunan kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Purbaya mengatakan, Trenggono kerap mempromosikan banyak kapal. Namun, ketika ia memeriksa ke galangan, kapal-kapal tersebut belum ada. 

“Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang di-order, ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan saya enggak tahu,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2). 

Kendati demikian, Purbaya tak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengatakan, mungkin data yang dimilikinya kurang tepat.  

“Ya sudah, enggak apa-apa. Yang betul Pak Trenggono, mungkin saya datanya salah. Sebagian katanya uangnya pinjaman, tapi pinjaman nanti juga lewat kita kan," kata dia.

Sebelumnya, Trenggono menyindir Purbaya soal anggaran pembangunan kapal. Trenggono mengatakan, dana untuk pembangunan kapal yang dilakukan KKP berasal dari pinjaman Pemerintah Inggris. Pernyataan tersebut disampaikan Trenggono dalam akun Instagramnya, Selasa (10/2). 

Dalam unggahan tersebut, ia meminta Purbaya bertanya kepada anak buahnya di Kementerian Keuangan untuk mengetahui kesiapan anggaran pembangunan kapal. 

"Yang terhormat (Yth), supaya Anda paham dan cerdas, dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari Pemerintah Inggris," kata Trenggono dalam unggahannya. 

"Coba Anda tanya dulu sama anak buah Anda, benar enggak uang (untuk) kapal itu sudah dikucurkan?" ujar Trenggono melanjutkan pertanyaannya kepada Purbaya. 

Sindiran Trenggono merespons pernyataan Purbaya dalam acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang membahas galangan kapal nasional, di Jakarta, Selasa (10/2). 

Belanja Pemerintah untuk Pengadaan Kapal Masih Rendah

Purbaya menyoroti rendahnya belanja pemerintah untuk mendukung galangan kapal nasional. Ia mengatakan, masih banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik, namun justru tidak terserap. 

"Kalau masih mau industri kita maju, permintaan domestik harus diamankan. Presiden bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya," kata Purbaya dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan.

Purbaya juga mengatakan, Kemenkeu sudah menyiapkan anggaran untuk pengadaan kapal. Namun, dana yang telah dikucurkan belum memberikan dampak kepada galangan kapal. 

"Salah satu yang saya lihat, kita punya kemampuan tapi underutilized (tak dimanfaatkan) karena tidak memberi kesempatan industri galangan kapal," katanya. 

Dalam kunjungan ke London pada Januari lalu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Inggris mendukung program pembangunan ribuan kapal tangkap ikan. Dukungan secara langsung disampaikan Perdana Menteri Keir Starmer. 

“Mereka akan dukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu,” kata Prabowo pada 20 Januari 2026.

KKP mendapatkan anggaran Rp 13 triliun pada tahun ini. Angka tersebut meningkat dari Rp 4,8 triliun tahun lalu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman