Rupiah Menguat Usai Trump Sebut Perang di Iran Segera Berakhir

ANTARA
Rupiah Menguat Terhadap Dolar
10/3/2026, 09.43 WIB

Nilai tukar rupiah menguat 0,42% ke level Rp 16.878 per dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi (10/3) per pukul 09.13 WIB, menurut data Bloomberg. Analis menyebut penguatan ini seiring membaiknya sentimen pasar terkait perang AS dan Israel dengan Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi di tengah membaiknya sentimen pasar seiring meredanya harga minyak dunia,” kata Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Selasa (10/3).

Lukman memperkirakan rupiah menguat ke kisaran Rp 16.800 – Rp 16.950 per dolar AS.

Ia menjelaskan, harga minyak dunia mulai turun selaras dengan harapan perang dapat segera berakhir menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Trump mengatakan kepada jurnalis CBS News dalam wawancara telepon, bahwa perang di Iran hampir berakhir. Ia juga mengatakan, kapal-kapal sudah bisa melintasi Selat Hormuz.

Jalur itu digunakan untuk menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada pasar energi internasional. Jumlah kapal yang transit Selat Hormuz terus menurun sejak dimulainya perang melawan Iran, menurut data S&P Global.

Dikutip dari S&P Global Trump dalam konferensi pers mengatakan AS akan mencabut sanksi atas penjualan minyak oleh ‘beberapa negara’ sampai perang dengan Iran selesai, guna meredakan lonjakan harga minyak mentah.

"Kami juga membebaskan sanksi terkait minyak tertentu untuk menurunkan harga," kata Trump. "Kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan melepas sanksi sampai ini diluruskan. Ketika saatnya tiba, Angkatan Laut AS dan mitranya akan mengawal kapal tanker melalui selat jika diperlukan."

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah