Perputaran Uang Lebaran Diprediksi Tembus Rp 148 T Meski Jumlah Pemudik Turun
Perputaran uang selama periode Idulfitri 1447 H diproyeksikan menembus Rp 148 triliun meskipun jumlah pemudik tahun ini turun 1,75%.
Mengacu pada survei Kementerian Perhubungan, Kadin Indonesia memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada momen lebaran mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6% dari total populasi Indonesia. Angka ini turun 1,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan jumlah tersebut setara dengan sekitar 35,97 juta kepala keluarga, dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang.
Jika setiap keluarga membawa uang sebesar Rp 4,12 juta atau naik 10% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 3,75 juta, maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai sekitar Rp 148,39 triliun atau meningkat sekitar 8% secara tahunan.
Meski demikian, Sarman mengatakan angka itu masih konservatif. Menurutnya, perputaran uang selama Lebaran berpotensi lebih tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar Rp161,88 triliun apabila rata-rata dana yang dibawa tiap keluarga meningkat menjadi Rp 4,5 juta.
“Perputaran uang hampir nyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idulfitri 1447 H,” tulis Sarman dalam keterangannya, Kamis (19/3).
Selain itu, Bank Indonesia juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun selama periode Lebaran. Sarman menilai tingginya perputaran uang saat momen Idulfitri seiring lonjakan konsumsi rumah tangga sekitar 10–15% dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 yang ditargetkan berada di kisaran 5,4%–5,5%.
Ia mengatakan harapan itu didukung oleh sejumlah momentum ekonomi sejak awal tahun. Mulai dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Januari, perayaan Imlek 2577 yang diperkirakan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp 9 triliun, hingga puncaknya pada Idulfitri 1447 H.
Namun, ia menilai pemerintah diharapkan mampu menjamin ketersediaan energi, khususnya BBM dan gas baik selama maupun setelah Lebaran 2026.
“Hal ini sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” ucap Sarman.
Lebih jauh, Sarman menyebut berbagai stimulus ekonomi dari pemerintah mendorong minat masyarakat untuk mudik pada Idulfitri 1447 H. Adapun pemerintah menyiapkan anggaran Rp 911,16 miliar untuk diskon transportasi di antaranya kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan pesawat dengan potongan hingga 30%, serta diskon tol 30% di sejumlah ruas utama.
Selain itu, THR sebesar Rp 65 triliun disiapkan untuk ASN, TNI-Polri, dan pensiunan, sementara sektor swasta diperkirakan mencapai Rp 124 triliun. Ia juga menyebut bonus Hari Raya bagi mitra ojol dan kurir menambah Rp 220 miliar.
Kemudian pemerintah juga menerapkan WFA pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026 untuk mengurai kepadatan mudik dan arus balik.
“Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar,” katanya.