Kementerian Keuangan mencatat, realisasi pembiayaan utang secara neto sebesar Rp 298,5 triliun hingga April 2026. Realisasi ini mencapai 43,3% dari target APBN 2026 sebesar Rp 832,2 triliun.
“Ini pembiayaan terjaga dan terukur,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada pekan ini.
Di sisi lain, komponen pembiayaan nonutang menjadi faktor pengurang total pembayiaan anggaran yakni sebesar Rp 7 triliun. Dengan demikian, total pembiayaan anggaran APBN hingga akhir April sebesar Rp298,5 triliun atau setara 43,3% dari target APBN Rp689,1 triliun.
Purbaya memastikan, pembiayaan APBN 2026 secara keseluruhan dikelola secara bijak dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan.
Pemerintah juga mencatat, defisit APBN hingga April 2026 turun dari Rp 240 triliun pada bulan sebelumnya menjadi Rp 164,4 triliun. Defisit ini setara 0,64% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Adapun pendapatan negara hingga April 2026 mencapai Rp 918,4 triliun, setara 29,1% dari target tahun ini Rp 3.153,6 triliun. Sedangkan realisasi belanja negara meningkat 34,3% menjadi Rp 1.082,8 triliun atau setara 28,2% dari target APBN. Pemerintah juga mencatat keseimbangan primer surplus Rp 28 triliun.