Purbaya Tepis Isu Banyak Perusahaan Bangkrut, Klaim Setoran PPh Badan Naik 23,9%

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
5/6/2026, 18.10 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat khawatir banyak perusahaan mengalami tekanan bahkan berpotensi bangkrut saat melihat data pertumbuhan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang mencapai 5,1% pada April 2026. Namun, data terbaru pada Mei menunjukkan kondisi korporasi masih cukup sehat.

“Ini tadi yang bikin saya takut. April kok cuma tumbuh segini, padahal yang lain tumbuh kencang. Ternyata di bulan Mei balik ke level yang normal, tumbuhnya 23,9%,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (5/6). 

Berdasarkan data yang dipaparkan Purbaya, pertumbuhan tersebut mencakup penerimaan PPh Badan dan deposit PPh Badan pada Mei 2026 dengan nilai mencapai Rp 167,6 triliun, naik dibandingkan Mei 2025 Rp 132,5 triliun.

Deposit PPh badan adalah fitur setoran pajak di muka di mana perusahaan menyetorkan sejumlah dana ke rekening kas negara yang belum diikat pada kewajiban atau masa pajak tertentu.

“kekhawatiran saya yang sebelumnya mungkin perusahaan pada bangkrut, jadi bayarnya kecil hanya tumbuh 5,1%, ternyata salah. Ternyata mereka juga cukup sehat,” kata dia.

Menurut Purbaya, perbaikan juga terlihat dari penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tumbuh 41,3% pada Mei, lebih tinggi dibanding pertumbuhan 40,2% pada April.

Kenaikan penerimaan pajak konsumsi tersebut, menurut dia, juga menunjukkan konsumsi domestik masih kuat dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“PPN dan PPnBM sebagai pajak konsumsi meningkat tinggi sejalan dengan konsumsi dalam negeri yang kuat dan daya beli yang terjaga,” kata Purbaya.

Ia menilai data penerimaan negara menjadi bukti bahwa perbaikan ekonomi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi juga tercermin dalam aktivitas riil perekonomian.

"Kalau ada kritik bahwa ekonomi cuma di kertas saja, tidak di riil ekonomi masyarakat, saya tidak tutup kuping terhadap masukan itu. Saya periksa ke mana-mana dan termasuk lihat data ini. Kalau di sini kelihatan naik semua, tumbuhnya cukup kencang," kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman