Purbaya: Pemerintah Andalkan Danantara untuk Ungkit Investasi Tahun Depan

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
10/6/2026, 16.13 WIB

Pemerintah menempatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai motor utama pengungkit investasi nasional dalam strategi ekonomi dan fiskal tahun 2027. 

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Purbaya menjelaskan, strategi ekonomi dan fiskal 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dukungan investasi dari Danantara.

"Strategi ekonomi dan fiskal 2027 diarahkan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta dukungan daya ungkit investasi dari Danantara," kata Purbaya dalam pemaparannya. 

Menurut dia, pemerintah tetap menempatkan APBN sebagai instrumen utama pembiayaan kebutuhan publik dan program-program pemerintah. Namun, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dibutuhkan akselerasi investasi yang lebih besar melalui sumber pembiayaan di luar APBN.

Dalam skema tersebut, Danantara akan difokuskan untuk mendorong investasi pada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu mempercepat transformasi struktur ekonomi Indonesia.

"Pemerintah menempatkan APBN sebagai katalis pembangunan, fokus pada pembiayaan kebutuhan publik serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Danantara diarahkan untuk akselerasi investasi pada sektor strategis untuk mendorong transformasi ekonomi," kata dia. 

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% sebagai bagian dari jalur menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, investasi diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, yakni pada kisaran 6,5% hingga 7,5%.

Karena itu, pemerintah akan mempercepat berbagai langkah deregulasi dan debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi nasional. Upaya tersebut meliputi penyederhanaan proses perizinan, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menghilangkan hambatan struktural yang selama ini menghambat realisasi investasi.

Selain mengandalkan investasi dari Danantara, pemerintah juga memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan.

Purbaya menilai penguatan koordinasi antarkebijakan dan optimalisasi peran Danantara akan menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi nasional, meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman