Purbaya Sebut Prabowo Pantau Kondisi Ekonomi RI, Ajak Diskusi Seminggu Sekali

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Penulis: Ade Rosman
15/7/2026, 13.41 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto selalu memonitor kondisi perekonomian Indonesia secara berkala dan mendetail. Bendahara negara ini mengaku seminggu sekali ia berdiskusi dengan Prabowo.

“Kita diskusikan terus secara regular. Bapak Presiden memonitor terus kondisi fisikal dan ekonomi secara berkala dan cukup detail,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). 

Purbaya mengungkapkan, diskusinya dengan kepala negara biasa dilakukan rutin setiap minggu. Ia menyatakan, pemerintah serius dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan berkaitan dengan perekonomian RI.

“Kita selalu serius, selalu diskusi, dan selalu menilai kemana kebijakan fiskal kita. Kelemahannya di mana, diperbaikinya di mana. Itu secara reguler di Kementerian Keuangan dan dengan Bapak Presiden juga mungkin seminggu, dua minggu sekali,” katanya. 

Di sisi lain, Purbaya mengajak investor domestik memanfaatkan momentum membaiknya sentimen pasar. Menurutnya, kekhawatiran terhadap kemampuan pemerintah mengelola fiskal kini telah terjawab sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda investasi.

“Kalau pintar, ya harus cepat. Kalau investor pintar, domestik pintar, masuk saja sekarang. Sekarang udah jelas apalagi gangguan kita?” kata dia. 

Ia menilai sebelumnya salah satu faktor yang membebani sentimen pasar adalah keraguan bahwa pemerintah mampu mengelola kebijakan fiskal di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. 

Namun, ia menilai kekhawatiran tersebut tidak terbukti menyusul penilaian yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) mempertahankan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia dengan outlook stabil.

“Selama ini ditakutkan kita tidak bisa mengelola fiskal walaupun ekonominya tumbuh lebih cepat. Agak aneh untuk saya,” katanya..

Ia menyatakan, pemerintah selama ini menerapkan pengelolaan fiskal secara hati-hati dan melalui proses evaluasi yang berkesinambungan. Setiap kebijakan fiskal selalu dibahas secara rutin untuk mengidentifikasi kelemahan sekaligus menentukan langkah perbaikannya.

Purbaya Bantah Kebijakan Fiskal Tanpa Arah

Purbaya juga membantah anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintah berjalan tanpa arah. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto turut memantau perkembangan kondisi fiskal dan ekonomi secara berkala.

“Yang diragukan banyak orang kita tidak bisa mengimplementasikan kebijakan fiskal dengan baik, itu salah. Kita selalu serius, selalu diskusi, dan selalu menilai ke mana kebijakan fiskal kita. Kelemahannya di mana, diperbaikinya di mana. Orang kan kesannya seolah-olah kebijakannya liar. Enggak ada itu,” kata Purbaya.

Purbaya berpandangan, membaiknya persepsi terhadap fundamental ekonomi Indonesia akan mendorong investor kembali masuk ke pasar secara bertahap.

"Saya belum ngomong bahwa ini berita yang bagus. Jadi begitu ini (rating dari S&P) keluar, clear bahwa fondasi ekonomi kita bagus. Investor akan balik ke sini secara bertahap. Tapi kalau yang pintar sih akan masuk cepat,” kata Purbaya.

Menurutnya sejumlah penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi Indonesia sebelumnya juga muncul terlalu dini karena dibuat sebelum data ekonomi triwulan pertama tersedia.

"Saya sudah bilang berkali-kali, ada kemungkinan mereka offside karena melakukan assessment sebelum data triwulan pertama keluar. Saya pikir sekarang penilaiannya jadi lebih fair," kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman