Rupiah Melemah di Tengah Kabar Pengunduran Diri Perry

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
27/7/2026, 09.26 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,07% ke level 17.976 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (27/7). Kurs rupiah tertekan di tengah kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. 

Melansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.972 per dolar AS melemah 0,05% atau 9 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.20 WIB, rupiah kian melemah berada di level Rp 17.976 per dolar AS turun 0,0% atau 11 poin.

Pada perdagangan minggu sebelumnya rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp 17.963 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.936.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah sebenarnya berpeluang menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang. 

Namun, menurutnya, potensi penguatan tersebut akan terbatas karena investor masih memilih bersikap wait and see menjelang serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat, mulai dari produk domestik bruto (PDB), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun penguatan mungkin akan terbatas karena investor cenderung wait and see menantikan rilis data ekonomi penting AS. Selain itu, pengunduran diri Gubernur BI juga bisa menekan rupiah," kata Lukman kepada Katadata.

Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.900-Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Senada, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana menilai pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif yang cukup besar bagi pasar keuangan domestik.

"Saya pikir pengunduran Pak Perry akan jadi sentimen negatif yang cukup besar," ujarnya.

Menurut Fikri, ketidakpastian yang muncul akibat pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia berpotensi mendorong pelemahan rupiah lebih dalam.

"Di saat yang sama, saya khawatir rupiah bisa terdepresiasi ke Rp18.100 per dolar AS," kata Fikri.

Sebelumnya, Perry Warjiyo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut, sementara Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI hingga gubernur definitif ditetapkan sesuai mekanisme dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah