Dedolarisasi yang berjalan secara bertahap membuat bank-bank sentral beralih ke euro dan renminbi. Mereka juga berencana menambah investasi dalam emas.
Nilai Tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS pada pembukaan perdagangan, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan antisipasi rilis data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri.
Pembatasan pembelian dolar ini diberlakukan untuk transaksi tanpa underlying atau tanpa dokumen pendukung di tengah upaya BI menjaga stabilitas rupiah.
Wajah Donald Trump berpotensi menghiasi uang kertas AS pecahan US$ 250, sebagai bentuk perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Rencana ini menantang aturan yang berlaku sejak 1866.
Nilai Tukar Rupiah melemah mendekati Rp 18.000 per dolar AS dipicu sentimen eksternal yang mendorong investor ke aset safe haven, dengan potensi pelemahan berlanjut.
Meski bertransaksi dengan rupiah, ekonomi masyarakat desa tetap terpengaruh gejolak Dolar melalui harga impor dan minyak yang mendorong biaya hidup dan pangan.
Langkah BI menurunkan batas pembelian dolar tanpa underlying ditempuh untuk menekan transaksi spekulatif di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap Dolar AS pada Jumat pagi, dibuka di Rp 17.677 dan terus tertekan hingga level Rp 17.695 seiring penguatan mata uang Amerika.