Purbaya Tegaskan Tak Berminat Jadi Gubernur BI

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). KSSK mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,6% hingga 6% sepanjang 2026 dan regulator tetap optimistis di tengah ketidakpastian global yang meningkat akibat eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
3/8/2026, 19.02 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis spekulasi yang menyebut dirinya bakal masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Purbaya mengaku tidak berminat menduduki kursi orang nomor satu di bank sentral dan memilih tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.

“Enggak,” kata Purbaya usai konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III 2026 di Jakarta, Senin (3/8).

Ketika ditanya alasan tidak berminat menjadi Gubernur BI, ia hanya melempar candaan kepada awak media. "Kenapa Anda menyuruh saya ke BI?” kata dia. 

Bendahara negara ini mengakui namanya kerap dikaitkan dengan berbagai posisi strategis di pemerintahan. Namun, ia menyebut spekulasi tersebut tidak pernah berujung pada penunjukan dirinya.

“Kalau setiap bursa itu nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi enggak pernah jadi. Jadi saya di sini sudah syukur lah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga membantah isu yang menyebut Bank Indonesia akan berada di bawah kementerian. Menurut dia, pemerintah tidak memiliki rencana mengubah struktur kelembagaan bank sentral.

“Yang bilang siapa? Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Terlalu dini kalau kita berasumsi seperti itu,” katanya. 

Ia menilai, di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan volatilitas pasar keuangan, pemerintah justru perlu memperkuat koordinasi antarlembaga, bukan mengubah sistem yang sudah berjalan.

“Ketika keadaan seperti ini, kurang baik mengubah sistem yang ada. Yang penting adalah memperbaiki kinerja kita semua, BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis,” kata Purbaya.

Saat ini, kursi pejabat definitif Gubernur Bank Indonesia masih kosong sepeninggal Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Saat ini, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dipercaya menjadi Pejabat sementara Gubernur BI.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman