Purbaya Prediksi Ekonomi Kuartal II Melambat, Tumbuh di Kisaran 5,4%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada kuartal II 2026. Namun, pemerintah menilai pelemahan tersebut masih dalam batas wajar dan akan kembali menguat pada paruh kedua tahun ini melalui sejumlah stimulus dan percepatan belanja negara.
Dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III 2026, Purbaya mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II dari empat lembaga berada di bawah target 5,6%, tetapi masih berada di kisaran 5,4%.
"Kalau kami lihat prediksi semua empat lembaga, kelihatannya di bawah 5,6% untuk kuartal kedua, tapi enggak jauh dari 5,4% juga. Jadi melambat, tapi enggak parah-parah amat," kata Purbaya.
Menurut dia, perlambatan terjadi karena kuartal II menjadi periode dengan tingkat ketidakpastian global yang tinggi. Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia, arus keluar modal (capital outflow), hingga upaya pemerintah menjaga kondisi fiskal agar tetap aman.
Meski demikian, pemerintah memperkirakan kondisi ekonomi akan membaik pada paruh kedua tahun ini. Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi kembali bergerak.
"Kami akan berkoordinasi ketat dengan bank sentral untuk memastikan semua mesin pertumbuhan bisa jalan," kata dia.
Bendahara negara ini juga mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah stimulus untuk pembelian mobil dan sepeda motor listrik yang akan disampaikan langsung oleh Presiden.
Selain itu, pemerintah akan memastikan likuiditas di sistem keuangan tetap memadai melalui koordinasi dengan bank sentral, memperbaiki iklim investasi, serta mempercepat realisasi belanja negara pada semester II.
"Belanja pemerintah di semester II akan lebih lancar, utamanya dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini," kata Purbaya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 dapat kembali menguat ke kisaran 5,6% hingga 6%.
"Kami prediksi di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih ke arah 5,6% sampai 6%, dengan kerja keras tentunya," kata Purbaya.